Perjuangan Babinsa Serka Amir Hamzah Dampingi Siswa Seberangi Sungai di Tanete Riaja

Babinsa Koramil 1405-08/Tanete Riaja Serka Amir mendayung perahu ditengah banjir untuk mengantar anak bersekolah Babinsa Koramil 1405-08/Tanete Riaja Serka Amir mendayung perahu ditengah banjir untuk mengantar anak bersekolah
Bagikan

Cuaca Ekstrem Tak Halangi Semangat Belajar

BARRU, VOICESULSEL – Pagi itu, kabut tipis masih menggantung di atas permukaan Sungai Lisu. Deru air yang mengalir deras menjadi latar suara yang mendebarkan bagi para siswa yang hendak berangkat sekolah. Di tengah cuaca ekstrem yang beberapa hari terakhir mengurung wilayah Kabupaten Barru, semangat belajar anak-anak Dusun Lisu tak kunjung padam. Namun perjalanan menuju sekolah bukan lagi rutinitas sederhana, melainkan perjuangan.

Baca Juga:Kodim 1405/Parepare Gelar Upacara HUT ke-80 TNI, Wujud Semangat “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju

Debit air sungai yang meningkat akibat curah hujan tinggi membuat jalan utama menuju sekolah terputus. Setiap pagi, luapan air menghadang langkah para siswa, memaksa mereka mencari cara lain agar tetap bisa menuntut ilmu. Di saat situasi tampak semakin sulit, hadir sosok yang tak pernah lelah berada di garda terdepan desa: Serka Amir Hamzah Tetali, Babinsa Koramil 1405-08/Tanete Riaja.

Dengan mengenakan pakaian dinas lapangan yang masih basah oleh percikan hujan, Serka Amir tampak berulang kali mengangkut anak-anak ke seberang sungai menggunakan perahu kecil. Satu per satu, siswa berpijak hati-hati di atas papan kayu yang menjadi alas perahu, berpegang pada tali tambang sambil memastikan tas sekolah mereka tetap kering.

“Walaupun risikonya besar, keselamatan dan pendidikan anak-anak tetap menjadi prioritas. Kami berupaya semaksimal mungkin agar mereka tetap bisa bersekolah,” tutur Serka Amir di sela aktivitasnya, sambil memastikan perahu kembali siap mengangkut rombongan berikutnya.

Baca Juga : Banjir di Bungi Lalabata Tanete, Dandim 1405 Pastikan Penanganan Cepat di Lapangan

Bagi sebagian orang, derasnya arus sungai mungkin menjadi alasan untuk menyerah. Namun bagi anak-anak ini, terutama dengan kehadiran Babinsa di sisi mereka, rasa takut berubah menjadi keberanian. Wajah-wajah kecil itu tampak penuh tekad, seolah memahami bahwa pendidikan adalah satu-satunya pelita yang tidak boleh padam, bahkan di tengah ancaman banjir.

Di tepian sungai, beberapa warga terlihat ikut memantau. Ada yang mengabadikan momen dengan ponsel mereka, ada pula yang membantu menurunkan galah untuk menahan perahu agar tetap stabil saat anak-anak turun. Mereka menyadari bahwa kehadiran Babinsa bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi wujud kepedulian yang tulus terhadap masa depan generasi di wilayah tersebut.