Beranda ยป Peringati Hari Anti Tembakau, RSAM Warning Bahaya Merokok

Peringati Hari Anti Tembakau, RSAM Warning Bahaya Merokok

Bagikan

PAREPARE VOICE SULSEL — “We Need Food, Not Tobacco”. Kita butuh makanan, bukan tembakau. Ungkapan tersebut menjadi narasi pembuka dokter ahli Paru RSUD Andi Makkasau (RSAM) Kota Parepare, dr Nevy Shinta saat memperingati hari anti tembakau dunia 2023 yang jatuh pada 31 Mei.

dr Nevy Shinta seorang dokter ahli Paru RSAM memberikan warning bahaya merokok dan efek yang ditimbulkan. Dalam video yang dibagikan melalui media sosial @humasInfokomrsudandimakkasau,Nevy menjelaskan bahaya rokok terhadap kesehatan, khususnya penyakit paru-paru. Sebab menurutnya, dalam keseharian masih banyak dijumpai orang yang masih merokok di tempat umum, bahkan dalam lingkungan rumah sakit sendiri.

“Rokok sangat berbahaya sebab berasal dari tembakau. Ini memiliki kandungan zat beracun yang berdampak pada kesehatan,” jelasnya.

Dalam sebatang rokok kata dia, mengandung ratusan zak kimia. Asap rokok yang dihisap dan dihasilkan sangat berpengaruh pada kesehatan paru-paru, sebab mengandung karbon monoksida, tar dan nikotin.

“Saat ini perokok sudah terbagi 3, perokok aktif (aktif smoker), perokok pasif, dan benda-benda yang terpapar asap rokok,” katanya.

Paparan asap rokok terhadap orang-orang yang bukan perokok dapat terjadi melalui benda-benda seperti pakaian atau lainnya. Hal ini berpotensi mengakibatkan bahaya rokok pada orang sekitar. “Sesuai penelitian ini juga berdampak buruk bagi kesehatan, misalnya seorang ayah perokok yang kemudian pulang lantas menggendong anaknya, bisa mengakibatkan anaknya tersebut terpapar zat berbahaya dari asap rokok yang melekat di benda seperti pakaian,” katanya

Kebiasaan merokok kata Nevy dipengaruhi oleh lingkungan seperti pekerjaan, teman dan sebagainya

“Ada juga perokok di rumah sakit, makanya saya harap memang jangan merokok dilingkungan rumah sakit karena kita membutuhkan udara segar dan bebas dari asap rokok karena kalau merokok ada sampah rokok yang dibuang sembarangan,” jelasnya.

Kata dia, merokok bisa menyebabkan sesak napas, batuk tak berhenti, TBC dan penyakit pada paru-paru lainnya, karenanya kami tidak mengharapkan ini terjadi hanya gara-gara rokok

Selain merugikan kesehatan, merokok juga berefek sosial, sebab anak usia produktif yang terpapar rokok dapat berakibat kesulitan mencari pekerjaan, khususnya mereka yang memiliki paru-paru yang tidak sehat akibat rokok. “Mereka akan kesulitan mendapatkan pekerjaan, apabila dalam pemeriksaan kesehatan pada institusi tempat mereka melamar ditemukan flek dalam paru-paru karena TBC,” katanya.

Selain itu, penyakit paru seperti TBC juga menjadi syarat penghalang bagi seseorang yang akan melancong ke luar negeri. Pasalnya disetiap bandara akan diperiksa kesehatan paru-paru. “Ini bisa berdampak pada kesempatan magang kerja atau ingin berangkat keluar negeri seperti beribadah di Arab Saudi,” jelasnya.

Karenanya, dr Nevy Shinta menyarankan untuk masyarakat agar mulai meninggalkan rokok yang sangat merugikan tersebut. Berbagai pamflet pengumuman juga akan dipasang khususnya di lingkungan rumah sakit agar pengunjung tidak merokok dilingkungan RSUD Andi Makkasau Parepare.(ak)