Beranda ยป Penertiban Lapak Pedagang Liar Digelar Malam Hari. Prasetyo: Tidak Ada Lagi Alasan Bagi Mereka untuk Tidak Masuk ke Los

Penertiban Lapak Pedagang Liar Digelar Malam Hari. Prasetyo: Tidak Ada Lagi Alasan Bagi Mereka untuk Tidak Masuk ke Los

Petugas penertiban pasar dari tim terpadu dari satpol PP, TNI dan Polri
Bagikan

VOICE SULSEL — Penertiban pedagang liar diluar area pasar Lakessi Parepare kembali dilakukan tim terpadu gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya, Sabtu alam, 1 April 2023.

Penertiban dipimpin langsung Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Prasetyo Catur. Namun kali ini yang ditertibkan adalah lapak liar pedagang, sebab dilakukan malam hari dan para pedagang pasar sudah pulang.

Menurut Prasetyo, penertiban lapak pedagang liar dilakukan atas perintah jajaran pimpinan tertinggi. “Disepakati oleh seluruh jajaran pimpinan, baik dari Walikota, TNI/Polri memerintahkan untuk segera memperbaiki dan menata pengelolaan pasar ini dengan baik,” katanya dalam arahannya.

Prasetyo mengungkap, pihak UPTD Pasar telah membagi tugas untuk menyiapkan tempat yang akan ditempati para pedagang, yang dibagi dalam empat kelompok.

“Pasar yang disebut TP itu adalah tugas pembantuan yang terdiri dari TP1,TP2,TP3,dan TP4 serta DID. Ini adalah dana bantuan pemerintah pusat. Jadi yang menempati seluruh area TP 1,2,3,4 dan DID adalah gratis atau tidak dibayar apapun, karena ini adalah dana pusat yang dihibahkan ke Parepare untuk menunjang masyarakat dan pedagang supaya bisa berjualan dengan tertib dan baik,” jelasnya.

Prasetyo melanjutkan setelah pasar selesai dibangun, para pedagang kemudian diundi untuk menempati los yang tersedia. Dan para pedagang yang mendapat undian diberikan pernyataan.

“Bahwa dalam jangka waktu 3 bulan tidak masuk ke los tempat yang telah disiapkan, maka itu dikembalikan ke pemerintah daerah. Makanya muncul protes bahwa tempat saya ditempati oleh si A, atau si B, itu sudah tidak ada lagi, karena bertahun-tahun dia berdagang diluar,” paparnya.

Prasetyo mengaku konflik yang terjadi karena pedagang tidak mau masuk didalam los dengan alasan tempatnya sudah diambil orang lain. “Tetapi kami sudah berhitung, jumlah pedagang yang terdata dengan tempat yang disiapkan cukup, bahkan lebih, jadi tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak masuk ke los,” tegas Prasetyo.(fs)