Beranda » Pemborosan Anggaran, Sejumlah Aset Disporapar Parepare Tak Jelas

Pemborosan Anggaran, Sejumlah Aset Disporapar Parepare Tak Jelas

Bagikan

PAREPARE VOICE SULSEL — Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Parepare menuai sorotan tajam. Pasalnya, sejumlah aset milik Disporapar yang dianggarkan hingga miliaran rupiah tak jelas rimbanya. Selain bangunan pusat informasi pariwisata yang tak terurus, aset lainnya seperti jetsky, dan bangunan penunjang lainnya juga tak jelas.

Belum ada informasi terkait keberadaan aset tersebut dari pihak Disporapar. Padahal Disporapar salah satu Dinas yang menjadi sektor penunjang mendukung Parepare sebagai kota industri tanpa cerobong asap melalui teori telapak kaki.

Bebek wisata milik Disporapar Parepare digunakan di Salo Karajae (ist)

Ketua Indonesia Care (InCARE) Parepare Andi Ilham menyorot hal itu. Ia menyampaikan beberapa item pengadaan barang dan jasa Disporapar yang telah menelan anggaran hingga miliaran. Namun barang atau aset tersebut tidak berjalan sesuai peruntukan.

“Ada beberapa komponen yang masuk daftar pengadaan Barang dan jasa Disporapar Parepare seperti pengadaan jetsky, pengadaan perahu wisata, pengadaan bangunan penunjang pariwisata dan pengadaan Bangunan TIC. Masalahnya kemudian semua item tersebut tidak ada yang berjalan,” ujarnya kepada wartawan.

Ia mencontohkan Perahu wisata kata Ilham, sebulan setelah PHO justru rusak dan tenggelam di bawah Jembatan Sumpang akibat lambung kapal yang terbuat dari Fiberglass pecah dihantam balok kayu yang hanyut saat hujan lebat saat itu.

“Meskipun sebelumnya pernah diuji coba saat ada Kapal Pesiar masuk digunakan menyusuri sungai Salo Karajae,” katanya.

Selain itu kata dia, bangunan penunjang pariwisata yang letaknya dibelakang kantor Disporapar diperuntukkan sebagai Panggung Kesenian. Namun tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya hingga saat ini dan justru berubah menjadi lapangan Bulu tangkis.

“Kemudian Pengadaan 1 unit Jetsky dan beberapa tahun kemudian di adakan lagi 1 jetsky beserta keretanya. Artinya Pemkot Parepare punya 2 Unit Jetsky yang dibeli menggunakan APBD dengan anggaran perunitnya sekira Rp 500 juta. Dan ini termasuk golongan alat olahraga air dengan biaya tinggi, baik operasional maunpun Maintenance. Kemudian semenjak diadakan belum pernah digunakan dalam rangka meningkatkan potensi wisata khususnya wisata air,” jelasnya.

Baca juga : Dibangun Miliaran, Aset ITC Disporapar Dibiar Terbengkalai Tak Terurus

Ia menilai pengadaan jet sky tersebut mubasir saja, sebab tidak efektif dan efesien serta azas manfaatnya kurang berfungsi untuk peningkatan animo masyarakat disektor pariwisata.

“Nah tadi disebutkan diatas terkait pengadaan Perahu Wisata dan Jetsky. Kedua barang ini nilainya ratusan juta tentu jika tidak difungsinkan sesuai peruntukannya berarti ini menyalahi pedoman penyusunan Pemganggaran dalam APBD, dengan kata lain pemborosan anggaran,” kata Andi Ilham.

Bahkan kata dia Perahu Wisata sudah tidak jelas dimana keberadaannya. “Kalau jetsky sepertinya terparkir disamping Kantor Dispopar,” jelasnya.

Selain Perahu Wisata ada pula pengadaan bebek air beberapa unit. Dan hingga saat ini bebek-bebek itupun tidak jelas dimana.(ak)