PAREPARE, VOICESULSEL– Suasana haru menyelimuti pemakaman almarhumah Hasriani, wanita yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di rumahnya di Cileleng, Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru, pada Minggu, 23 Maret 2025.
Prosesi pemakaman yang berlangsung pada hari ini dipenuhi isak tangis keluarga dan kerabat yang mengiringi kepergian almarhumah ke peristirahatan terakhirnya di Menralo Suppa Kabupaten Pinrang.
Putra sulung almarhumah, bocah berusia tujuh tahun, tampak berada di sisi jenazah ibunya saat prosesi pemakaman berlangsung. Ia didampingi seorang perempuan yang memegangnya erat, seolah mencoba menenangkan kesedihannya.
Momen paling mengharukan terjadi ketika Nahar, paman dari bocah tersebut, menggendongnya dan berbisik, “Ayo, kita antar ibu.” Bocah itu pun polos bertanya, “Oh, mau dibawa ke mana ibu?”
Almarhumah Hasriani meninggalkan dua orang anak yang masih kecil, masing-masing berusia tujuh dan empat tahun. Kini, keduanya diasuh oleh adik almarhumah. Kehilangan ibu di usia yang begitu muda tentu menjadi pukulan berat bagi mereka.
Sejumlah kerabat turut hadir dalam prosesi pemakaman, termasuk ibu dari suami almarhumah. Namun, sosok suami Hasriani, Asrul, tidak terlihat dalam prosesi tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, ia masih menjalani pemeriksaan di kepolisian terkait kematian istrinya yang dianggap janggal.
Diketahui, Hasriani pertama kali ditemukan dalam kondisi tergantung oleh suaminya sendiri. Namun, pihak keluarga meragukan dugaan bunuh diri karena posisi kaki almarhumah saat ditemukan tidak menggantung sepenuhnya, yang dianggap tidak lazim dalam kasus bunuh diri.
Keluarga, terutama ayah dan adik almarhumah juga mempertanyakan sikap suami almarhumah yang dinilai tidak menunjukkan kesedihan mendalam atas kepergian istrinya. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan pihak kepolisian guna mengungkap kebenaran di balik kematian tragis itu.
Salah satu kerabat almarhumah, Hendrik bersaksi kalau almarhumah adalah orang baik. Semasa hidup dan bekerja di salah satu kantor media penerbitan di Kota Parepare, almarhumah dinilainya sangat hormat dan penurut serta taat dalam ibadah.
“Selamat Jalan Nak Asri, kamu orang baik,” imbuhnya.