VOICE PAREPARE — Indo Muliati nenek tua berusia 70-an tahun tinggal sendiri dalam sebuah gubuk di jalan Dolog jalur Lanyer yang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) -Dolog Galung Maloang. Nenek yang hidupnya sebatang kara ini mendapatkan perhatian Khusus dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare. Pasalnya, Indo Muliati ini tinggal seorang diri sejak beberapa tahun di rumah kebun warga tanpa keluarga yang menemani dalam kondisi sedang sakit-sakitan.

Tim pendistribusian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare mengunjungi Indo Muliati setelah mendapatkan informasi dari warga atas kondisi nenek yang hidup sebatang kara itu, pada Rabu 22 November 2023 dengan memberikan kebutuhan berupa makanan dan sembako.
Selain menyerahkan Sembako Baznas Parepare juga menggandeng Tim Medis dari Call Center 112 Kota Parepare untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap nenek Indo Muliati tersebut.
Saiful,S.Sos.I.,M.Pd ketua Baznas kota Parepare membenarkan prihal tersebut. kepada media Syaiful mengaku, Baznas turun memberikan santunan kepada indo Muliati seorang nenek yang sudah renta dan hidup seorang diri dan sedang sakit-sakitan di rumah kebun.
“Setelah mendapatkan informasi dari warga,maka tim kami langsung melakukan respon cepat dan mengajak Tim Medis Call Center untuk Memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat,” kata Syaiful.
dr Yuyun dari Call Center 112 merasa sangat prihatin dengan kondisi si nenek ini sambil memeriksa kondisi nenek tersebut.
Saya dari Call Center sangat prihatin dengan Nenek Muliati ini, setelah diperilsa diketahui nenek ini menderita penyakit asam urat yang cukup tinggi serta hipertensi dan kolesterol serta mengalami keluhan kedua kakinya yang kram akibat sudah dia kali mengalami stroke.
“Olehnya itu, saya memberikan beberapa obat yang nenek ini harus konsumsi secara rutin.tapi yang tadi masalah adalah siapa yang harus membantu mengontrol minum obatnya secara rutin sementara nenek ini hidup sebatang kara ditambah dengan penglihatan yang sudah tidak jelas dan respon pendengaran tidak normal lagi jadi sangat kasihan, untung Baznas dengan timnya yang peduli,” paparnya.
Yuyun mengaku sudah cukup lama bertugas di Call Center 112, namun barusan sampai di Lokasi tersebut. “Memang cukup terpencil dari kota, tapi Baznas bisa menjangkau area yang tidak bisa kita jangkau.
terima kasih Baznas atas kepeduliannya kepada warga dan mengajak kami untuk hadir, semoga Baznas semakin maju dan sukses,” harap dr Yuyun.
Tim Baznas Ayu, Anchi serta Reza tidak hanya melayani kebutuhan makanan Indo Muliati dengan penuh empati juga akan memasangkan Instalasi air yang memang menjadi kebutuhan penting sang nenek.
“Insya Allah Baznas akan memasangkan Selang sambungan air dari rumah kebun tetangganya karena Nenek ini sangat kesulitan mengangkut air untuk kebutuhan Mandi dan bersih-bersih lainnya,” ujar Ayu Alifkah.(fs)