PAREPARE — Partai Politik NasDem mendapatkan amunisi baru usai Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif melakukan penyematan secara simbolis kepada delapan orang anggota yang baru bergabung. Bertempat di Restoran Dinasti kota Parepare, Ketua DPD NasDem kota Parepare, Faisal Andi Sapada (FAS) mengatakan, NasDem punya target harus menjadi pemenang di Sulsel, khususnya di kota Parepare.
Untuk itu dibutuhkan orang-orang yang pengalaman, punya kemauan, pengetahuan, dan wawasan untuk mengurus partai ini agar bisa berjalan.
“Karena kalau kita mengharap pembinaan itu membutuhkan waktu yang lama. Kebetulan mereka mau bergabung dengan inisiatif sendiri bukan paksaan, makanya kita terima,” jelasnya saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) partai NasDem, Selasa 14 Desember 2021.
Kebanyakan dari mereka, kata FAS berasal dari elemen partai politik, seperti dari Perindo maupun Golkar. Termasuk eks Direktur PDAM, pensiunan ASN dan lainnya.
“Selama kita lihat mereka memiliki potensi, kenapa tidak. Ada yang melalui saya ada yang melalui pengurus NasDem. Yang tadi penyematan delapan orang itu simbolis, namun yang bergabung lebih dari itu, sekira 20 orang,” ujarnya.
FAS menilai kondisi partai lain yang goyah, sementara Nasdem stagnan dengan programnya, menjadi alasan bergabungnya eks pengurus partai lain ke NasDem.
“mungkin mereka melihat ini bisa berjalan dan bisa bagus,” ucapnya. “kita targetkan 7 kursi di Pemilihan Legislatif. Intinya target kami menjadi pemenang,” tegasnya.
Menanggapi itu, Sekretaris DWP NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif mengaku bersyukur, sebab itu merupakan kerja-kerja nyata Ketua DPD NasDem, Anggota Fraksi, dan para pengurus. Sebab kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel itu, NasDem di kota Parepare makin diminati, disenangi, dan semakin disukai oleh masyarakat.
“Buktinya saya kaget hari ini ada dari eks partai lain yang masuk bergabung. Alhamdulillah, itu bentuk apresiasi dan keinginan orang untuk berNasDem di kota Parepare. Dengan slogan kami partai restorasi, modern, dan partai yang betul-betul sayang masyarakat,” tandasnya (nan)