Beranda ยป Menelisik Dugaan Suap Ketuk Palu APBD Parepare

Menelisik Dugaan Suap Ketuk Palu APBD Parepare

Bagikan

Laporan Investigasi (Part 2)

PAREPARE, VOICE SULSEL — Dugaan suap ketuk palu APBD Parepare turut mendapat komentar dari Pembina LSM Fokus, Abdul Rahman Saleh. Eks Legislator DPRD Parepare itu membenarkan bahwa dugaan suap ketuk palu APBD Parepare didasari dengan adanya bukti rekaman yang diterima dari terdakwa dari kasus dana Dinkes (MY). “Ada semua bukti rekamannya, nanti bisa dibagikan,” katanya.

Rahman menyebut, nilai suap ketuk palu APBD Parepare atau yang disebut uang bajakan diduga mengalir ke DPRD dengan jumlah fantastis mencapai Rp 5 Miliar. Dana tersebut terkait dengan dana korupsi dinas kesehatan kota Parepare yang diyakini terjadi antara 2016, 2017 dan 2018 “Kita melihat Rp 6,3 ini adalah uang bajakan DPRD Rp 5 Miliar menurut informasi dari MY, dari total Rp 6,3 ini, Rp 5 Miliarmya mengalir ke DPRD,” jelasnya.

Kata Rahman, bukti-bukti persidangan juga mengarah kesana, sebab adanya nama anggota DPRD yang disebut menerima aliran uang panas. “Karena ini memang bajakan DPRD untuk menyandera APBD, kapan tidak dikasih bajakan ini APBD molor lagi,” ujarnya.

Bahkan kata Rahman, salah satu staf DPRD inisial RML saat memberikan keterangan di persidangan menyebut mengantar sejumlah uang ke anggota dewan. “Lalu ditanya sama hakim berapa kau dapat dari situ, dia bilang Rp 100 ribu/satu anggota dewan, hanya satu anggota dewan yang berikan saya 400 ribu”, ini kan cukup untuk dikembangkan oleh penyidik,” tegas Rahman Saleh.

Sementara itu, praktisi hukum, Makmur Raona juga menyayangkan aparat penegak hukum atas lambannya proses hukum kasus korupsi tersebut. Kata Makmur Raona, keterangan-keterangan tersebut terkesan tidak dikembangkan oleh aparat.

“Jadi keterangan ini tidak dikembangkan oleh aparat penegak hukum, padahal ini yang perlu dikembangkan oleh penyidik. Tapi agak susah kalau yang ditanya A sampai Z, tapi tidak ditanya B,” sesal pengacara itu.(ak)