VOICESULSEL — Sudah pasti yang paling merasakan dampak dari naiknya harga BBM adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Masyarakat yang masuk dalam kategori ini adalah buruh, tukang ojek, sopir angkot, petani dan nelayan.
Setidaknya hal ini diperjuangkan oleh partai keadilan sejahtera (PKS) yang Keukeh menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM pada Sabtu 3 September.
Sebelumnya PKS menyuarakan penolakan dalam forum resmi yang membentangkan spanduk penolakan harga BBM pada rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. Pun Wakil Ketua DPR RI Fraksi PKS Muryanto yang walk out dari rapat paripurna hari ulang tahun DPR RI. “Itulah bentuk pembelaan PKS terhadap aspirasi masyarakat,” katanya.
Di kota Parepare sendiri baliho bertuliskan PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dibentangkan dibeberapa titik. Termasuk di depan kantor DPD PKS Kota Parepare.