PAREPARE, VOICE SULSEL — Beragam isue disinyalir sebagai penyebab mundurnya Zulham sebagai Ketua KONI Parepare. Selain alasan yang dikemukakan Ketua Bidang Organisasi, Fadly Agus Mante yang menyebutkan karena prestasi KONI melorot, pun kini tersiar kabar kisruh di internal KONI Parepare juga menjadi pemicunya.
Ketua Komisi II DPRD Parepare, Yusuf Lapanna membeberkan sejumlah alasan yang terjadi di kubu KONI Parepare. Kata Yusuf, komisi II pernah menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata termasuk mengundang Ketua KONI Parepare. Namun yang hadir saat itu Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi Fadly Agus Mante mewakili Ketua KONI Zulham Arif.
“Saya kaget dengar tiba-tiba Zulham mau mundur, ada masalah apa dengan KONI, mestinya pak Zulham menyelesaikan masalah internal di KONI, terkait isu liar Rp 180 juta yang berkembang di ruang publik,” katanya.
Selain itu, persolan internal di KONI juga harus diselesaikan menyikapi keinginan pengurus KONI (bendahara) yang disebut sempat ingin mundur. “Kalau alasan karena prestasi dan kesibukan lantas dia mau mundur saya pikir bisa diterima, tetapi isu-isu yang berkembang ini diselesaikan dulu, jangan sampai ada indikasi dia mau lepas dari masalah itu, dan kami dari komisi II sangat menyesalkan,” paparnya.
Komisi II kata Yusuf Lapanna akan melakukan langkah pemanggilan kepada mitranya yakni Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata serta KONI sebagai induk olahraga. “Kalau perkembangan KONI ini tidak jelas, kasihan atlet cabor kita, padahal kita sudah persiapkan untuk event Porprov di Wajo,” jelasnya.
Hingga saat ini komisi II terus menunggu laporan perkembangan kisruh internal di tubuh KONI Parepare yang tak kunjung selesai dilaporkan. Sampai akhirnya terdengar kabar mundurnya Zulham Arif di ruang publik. Yusuf Lapanna bahkan mengancam akan menunda pencairan dana hibah apabila kisruh ini tidak bisa dijelaskan oleh KONI. “Saya justru kaget kabar ini dan akan kami undang kembali disporapar untuk menjelaskan, Karena kami sampaikan untuk tidak mencairkan dana hibah sampai akhirnya masalah ini clear,” katanya.
Zulham Arif sendiri dilantik sebagai Ketua KONI Parepare pada 20 Desember 2022 lalu. Dirinya sempat membawa atlet Parepare pada perhelatan olahraga Porprov XVII di Sinjai Bulukumba. Pada kesempatan tersebut, Parepare finis di posisi 6 klasemen dengan 19 medali emas. Sementara target yang diharapkan berada diatas posisi 5 atau lebih baik dari pencapaian sebelumnya pada Porda XVI 2018 di Kabupaten Pinrang, dimana pada saat itu Parepare berada pada posisi 5 dengan 23 medali emas.
Karena sebab capaian target itu jadi salah satu alasan mundurnya Zulham Arif dari kursi Ketua KONI yang disampaikan Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi KONI Parepare, Fadly Agus Mante (FAM). Awink sapaan Fadly menyebut permohonan mundur Zulham disampaikan pada forum rapat pimpinan KONI yang digelar baru-baru ini melalui zoom.
Namun kata Awink, ada hal yang lebih ‘krusial’ yang menyebabkan Ketua KONI Parepare mundur. Tapi itu tidak dijelaskan.
*Diapresiasi Ketum KONI Provinsi Saat Pelantikan
Ketua Umum KONI Provinsi Sulsel, Yasir Mahmud mengapresiasi kepemimpinan Zulham Arief karena telah mampu menunjukkan prestasinya di pentas pekan olahraga provinsi tahun 2022 yang dilakukan di Sinjai dan Bulukumba pada bulan september lalu.
“Belum dilantik saja, KONI Parepare mampu membuktikan prestasinya yang luar biasa pada porprov Sinjai dan Bulukumba, apalagi kalau sudah dilantik, pasti olahraga parepare lebih baik lagi” katanya, saat melantik ketua KONI Parepare Kamis (22/12/2022).
Sementara Ketua KONI Parepare, Zulham Arief turut menyampaikan pujiannya kepada Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, yang dinilai telah berhasil mengantarkan Parepare berprestasi pada setiap perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Selama kepemimpinan beliau (Taufan Pawe), prestasi olahraga di Parepare terus meningkat, dan tidak lepas dari 10 besar pada setiap perhelatan Porprov,” ujarnya.
Zulham mengatakan, ada beberapa kegiatan yang menjadi program besar dari KONI Parepare, dimana sebagai upaya mendorong kota kelahiran Presiden RI ke-3 Bj Habibie ini menjadi industri olahraga terdepan di Sulawesi Selatan.
“Beberapa program besar dari KONI terinspirasi dengan visi misi Walikota (Taufan Pawe) yaitu menjadikan Parepare sebagai industri tanpa cerobong asap serta mencanangkan teori telapak kaki. KONI sendiri berkomitmen menjadikan Parepare sebagai industri olahraga yang terdepan di Sulsel,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, ia juga mejelaskan bahwa beberapa program yang akan digenjot yaitu pembentukan dan pembinaan cabang olahraga sebagai wadah bagi para atlet menggali potensi bakat olahraga yang dimiliki.
Kemudian, lanjut dia, pembinaan melalui usia dini dan usia prestasi di tingkat pendidikan, dari jenjang SD hingga perguruan tinggi, dimana telah dilakukan penandatanganan MoU dengan beberapa stakeholder terkait.
“Tidak hanya itu, program selanjutnya yaitu pelaksanaan pekan olahraga kota, sekaligus mendorong atlet yang berprestasi di tingkat kota untuk mengikuti turnamen regional atau nasional sebagai wujud mengasah kemampuan bertanding para atlet,” katanya.
“Kita juga akan menganggarkan beasiswa bagi atlet berprestasi yang masih dalam pendidikan di perguruan tinggi, sebagai bentuk support dari KONI Parepare. Ini sebagai langkah awal dan komitmen kesiapan kami menjadi pemenang pada perhelatan Porprov kedepannya,” tambahnya.
*Dipuji Wali Kota Parepare
Selain Ketua KONI provinsi, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe juga memuji Zulham. Ia menegaskan, kerterpilihan Zulham Arief murni atas kapasitasnnya mampu memimipin KONI Parepare.
“Kalau dalam perjalanan dia tidak mampu fungsi-fungsi manajerial tata kelola KONI. Jangan segan dievaluasi. Tapi saya yakin, dinda Zulham menunjukkan kapasitas dan integritasnya sebegai pemimpin. Menjadikan Parepare sebagai pusat olahraga terdepan di Sulsel,” bebernya.
Selain sebagai Ketua KONI Parepare, Zulham Arif juga tercatat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Komunikasi Publik Partai Golkar Sulsel. Dirinya digadang-gadang maju sebagai salah bakal calon anggota legislatif partai Golkar untuk Provinsi Sulsel.(ak)