PAREPARE, VOICESULSEL — Lembaga Pengkajian, Edukasi, Komunikasi, dan Masyarakat (Lapekom) mengkritisi pelibatan guru dalam politik praktis.
Ketua Lapekom Zaid Zaenal menjelaskan, menjelang tahun 2024 yang merupakan tahun demokrasi, pelibatan guru dalam hal-hal yang berbau kampanye bisa saja terjadi mengingat Pemilukada sebelumnya di kota Parepare terjadi hal demikian.
“Ini bisa menyebabkan rekan rekan guru tidak melaksanakan kegiatan yang sebenarnya. Belum lagi kegiatan yang mengikuti sosialisasi yang menyita waktunya guru sehingga tupoksinya sering terbengkalai. Itu yang menjadi dasar kita mengambil tema ini,” jelasnya.
Hal ini diungkapkan Zaid Zaenal saat diskusi yang digelar Lapekom di Kafe Alya, Rabu 5/01/22.
“Kalau memang salah, kenapa dilakukan pembiaran. Sehingga dari diskusi ini kita bisa mengetahui benar tidaknya yang dilakukan oleh teman-teman guru,” ungkapnya.
Diskusi menghadirkan enam narasumber diantaranya, Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, Kepala Disdikbud Parepare, Arifuddin Idris, Plt Kepala BKPSDMD Parepare, Eko W Ariyadi, Ketua Komisi II DPRD Parepare, Kamaluddin Kadir, Ketua KPU Parepare, Hasruddin Husain, dan Ketua PGRI Parepare, Makmur.
Diskusi tersebut juga dihadiri beberapa dari akademisi, FPU, IGI Parepare, dan lain-lain.
Kepala Disdikbud Kota Parepare, Arifuddin Idris mengatakan, Meskipun tema ini berkesan menjustice guru yang mudah diintervensi dalam pelibatan politik, namun Ia melihat sisi positif dari tema ini yaitu ada semacam warning, pencerahan dan sebagainya kepada guru-guru, khususnya di kota Parepare.
“Kalau daerah lain guru bisa dikendalikan, beda dengan parepare. Di Parepare apabila ada guru yang mendapat hukuman mau dimutasi. Secara semua mudah dijangkau.
Berbeda dengan daerah lainnya. Jadi secara intervensi, tidak bisa diintervensi guru. Ini guru bukan ASN atau pejabat Struktural.
Beda di daerah lain apabila dipindahkan dari ujung timur ke barat pasti akan tersiksa. Tapi yang menjadi persoalan ini, menjadi sebuah catatan,” jelasnya.
Ia pun mengimbau kepada guru-guru yang ada di kota Parepare agar melaksanakan tugas sesuai tupoksi.(*)