Lapas Parepare Gelar Silaturahmi Akhir Tahun, Rilis Capaian Kinerja 2025

Kepala Lapas Parepare beserta jajaran didampingi Ketua PWI Parepare Fatahuddin Kepala Lapas Parepare beserta jajaran didampingi Ketua PWI Parepare Fatahuddin
Bagikan

PAREPARE, VOICESULSEL — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menggelar silaturahmi yang dirangkaikan dengan refleksi akhir tahun sekaligus rilis capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapas Parepare, Rabu (31/12/2025).

Kepala Lapas Parepare, Marthen, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan yang masih dirasakan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Ia mengakui bahwa Lapas belum sepenuhnya sempurna dalam menjawab ekspektasi publik.

“Di akhir tahun ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan persepsi negatif di ruang publik yang menjadi pekerjaan rumah kami ke depan,” ujar Marthen.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai kekurangan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja di tahun 2026. Menurutnya, Lapas Parepare terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan.

Marthen juga menyoroti masih minimnya informasi di masyarakat terkait berbagai program positif yang telah dijalankan Lapas. Padahal, kata dia, banyak kegiatan pembinaan yang berdampak langsung baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa ada banyak hal positif yang sudah kami lakukan, baik dalam pembinaan warga binaan maupun pelayanan publik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marthen turut menjelaskan dinamika kelembagaan di bawah Kementerian Hukum dan HAM yang kini telah bertransformasi menjadi tiga kementerian sejak terbentuknya Kabinet Prabowo pada 2024. Perubahan struktur tersebut, menurutnya, turut memengaruhi tata kelola organisasi hingga ke tingkat daerah.

“Kementerian IMIPAS ini masih baru, dulu dibawah Kementerian Hukum dan HAM,” jelasnya.

Dari sisi sumber daya kesehatan, Lapas Parepare saat ini didukung oleh 1 orang dokter dan 3 perawat untuk melayani ratusan warga binaan. Sepanjang tahun 2025, jumlah penghuni Lapas mengalami dinamika signifikan.

Tercatat, pada awal tahun terdapat 93 orang tahanan dan 509 narapidana. Selain itu, terdapat 196 orang tahanan titipan yang masuk sepanjang tahun. Sementara itu, sebanyak 277 warga binaan dinyatakan bebas selama tahun 2025.

Adapun sejumlah program yang menjadi fokus Lapas Parepare sepanjang 2025 meliputi penertiban dan penggeledahan rutin, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pembinaan kepribadian, pemenuhan hak-hak publik warga binaan, serta kegiatan bakti sosial.