BARRU, VOICE SULSEL — Anggota DPRD Kabupaten Barru Rusdi Cara SH turut bersuara terkait sikap diskriminatif yang ditunjukkan manajemen PT Phillips Sea Food Indonesia terhadap warga lokal Bojo Baru Kabupaten Barru yang mendaftar untuk menjadi karyawan. Legislator partai Golkar itu juga melayangkan kritik terhadap perusahaan tersebut, sebab mengabaikan hak-hak warga lokal. “Prioritaskan warga lokal,” kata Rusdi Cara dikutip dari media sosial pribadinya.
Sebelumnya manajemen PT Phillips Sea Food Indonesia yang telah puluhan tahun beroperasi di Kelurahan Bojo Baru dinilai diskriminatif dalam merekrut pekerja. Salah satunya menolak seorang warga lokal dengan alasan tertentu. Padahal sebelumnya berkas yang dibutuhkan perusahaan sudah lengkap.
Ade Cahyadi SH MSi seorang pemerhati masyarakat Barru mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia meminta manajemen perusahaan PT Phillips Sea Food Indonesia membuka ruang seluas-luasnya kepada warga lokal untuk bekerja sebagai konsekuensi perjanjian dengan masyarakat setempat saat berdirinya perusahaan modal asing tersebut.
“Ini perlu menjadi catatan perusahaan, pada saat berdirinya berjanji untuk mengakses warga lokal untuk bekerja, lagipula bekerja di perusahaan tersebut tidak perlu neko-neko dengan adanya pendidikan tinggi, sebab yang dibutuhkan dominan adalah tenaga manusia,” katanya.
Perusahaan PT Phillips Sea Food Indonesia pada awal berdirinya menginginkan pekerjanya mayoritas warga lokal Bojo Baru, sehingga membawa efek kesejahteraan bagi warga sekitar. ‘Kita tentu bersyukur dengan adanya perusahaan ini, tapi kemudian mereka harus lebih bijaksana,” tutup Ade Cahyadi.(ak)