PAREPARE, VOICESULSEL – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Parepare, dr. Andi Arfiah Tasming, mendorong agar Bank Sampah Kelurahan Labukkang dijadikan model pengelolaan sampah perkotaan di seluruh wilayah Parepare.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Parepare, dr Andi Arfiah Tasming, mendorong agar Bank Sampah Kelurahan Labukkang dijadikan model pengelolaan sampah perkotaan di seluruh wilayah Parepare.
Dorongan itu ia sampaikan saat memimpin kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) pada hari kedua, Senin (4/11/2025). Dalam kegiatan tersebut,
Andi Arfiah turun langsung ke lapangan bersama Sekretaris PKK Parepare, Ananda Febriani G. Usbal, dan jajaran pengurus PKK Kota Parepare.
Kegiatan SMEP hari itu menyasar empat kelurahan di Kecamatan Ujung, yakni Tiro Sompe, Kampung Baru, Labukkang, dan Mallusetasi. Andi Arfiah aktif meninjau berbagai program pemberdayaan masyarakat yang digerakkan oleh kader PKK di tingkat kelurahan.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah Bank Sampah Labukkang, yang dinilai berhasil mengubah potensi lingkungan menjadi sumber ekonomi produktif.
“Bank Sampah Labukkang adalah contoh nyata bahwa kader PKK mampu menciptakan inovasi lingkungan yang bernilai ekonomi. Model ini layak direplikasi di seluruh kelurahan di Parepare,” tegas Andi Arfiah Tasming.
Ia menilai, replikasi Bank Sampah Labukkang bisa menjadi solusi strategis untuk mengatasi persoalan sampah kota sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan.
Andi Arfiah juga menekankan pentingnya kepemimpinan dan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung gerakan tersebut.
Ia berharap Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, dapat memberikan intervensi nyata melalui kebijakan dan dukungan anggaran yang berkelanjutan.
“Kami berharap ada dukungan konkret, tidak hanya berupa alat press untuk Bank Sampah Labukkang, tapi juga kebijakan anggaran dan koordinasi lintas sektor agar program replikasi bisa dimulai di semua kelurahan,” ujarnya.
Kegiatan SMEP turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), camat, dan para lurah di wilayah yang dikunjungi.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari Gerakan Kota Bersih dan Berdaya, yang digagas untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat.
Melalui gerakan ini, PKK Parepare ingin membangun budaya peduli lingkungan, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan mandiri secara ekonomi.