Beranda » Ketua LKHT PDM Parepare Sosialisasikan Program “Kantinmu” di SDIT KH Ahmad Dahlan

Ketua LKHT PDM Parepare Sosialisasikan Program “Kantinmu” di SDIT KH Ahmad Dahlan

Bagikan

PAREPARE, VOICESULSEL – Ketua Lembaga Kajian Halal Thayyiban (LKHT) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Parepare, Dr. Abd Azis, M.Ak, menjadi penceramah dalam pengajian rutin khusus orang tua murid di SDIT KH Ahmad Dahlan Parepare, Jumat 13 Juni 2025. Kegiatan ini mengangkat tema penting tentang Prospek Kantinmu—kantin sekolah berbasis halal, sehat, dan bergizi sesuai dengan perspektif Islam dan Muhammadiyah.

Acara yang digelar di Jalan Bukit Madani Timur, Kelurahan Lapadde ini dihadiri Kepala Sekolah Saiful, S.Sos.I., M.Pd, para guru, dan puluhan orang tua murid. Dalam ceramahnya, Dr. Abd Azis yang juga merupakan Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), menyampaikan bahwa salah satu sumber utama penyakit anak sekolah saat ini berasal dari konsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak terkontrol di lingkungan sekolah.

“Banyak jajanan anak sekolah yang mengandung zat berbahaya seperti pengawet, pemanis, dan pewarna. Ini tidak hanya merusak kesehatan, tapi juga jauh dari nilai-nilai halal dan thayyib,” jelas Azis.

Ia menekankan bahwa program utama LKHT Muhammadiyah adalah mendorong terbentuknya zona halal di sekolah, dimulai dari pengelolaan kantin. Menurutnya, kantin sekolah bukan hanya tempat jajan, tapi juga instrumen pendidikan untuk membiasakan anak mengonsumsi makanan yang halal, sehat, dan bergizi.

Dalam ceramahnya, Azis juga mengutip ayat Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 168 yang memerintahkan seluruh manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Hadis Nabi juga ditegaskan bahwa kejelasan antara yang halal dan haram harus menjadi pertimbangan dalam konsumsi sehari-hari.

Ia menambahkan, konsumsi makanan halal dan thayyib bukan hanya berpengaruh pada kesehatan jasmani, tetapi juga pada kualitas ibadah, kebersihan jiwa, dan produktivitas amal.

“Setiap orang tua perlu mengontrol dan membiasakan anak sarapan di rumah, memberi uang jajan secukupnya, serta aktif dalam menciptakan kantin sekolah yang ramah anak dan terjamin kualitas halalnya,” tegas Azis.

Sementara itu, Kepala SDIT KH Ahmad Dahlan Parepare, Saiful, S.Sos.I., M.Pd, menyambut baik sosialisasi ini. Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah berencana membuka kantin internal setelah ujian semester, yang akan disesuaikan dengan standar medis dan halal.

“Insya Allah kantin ini akan disertifikasi oleh Halal Center UMPAR. Selain menjamin anak-anak dari makanan yang meragukan, sekolah juga bisa mengontrol sampah dan meningkatkan nilai ekonomi melalui pengelolaan kantin sendiri,” ujar Saiful.

Ia mencontohkan keberhasilan Sekolah Muhammadiyah 1 Surakarta yang telah mengelola kantin mandiri dengan sistem uang elektronik, menjadikan kantin sebagai salah satu keunggulan sekolah dengan lebih dari 1.300 siswa.

Langkah SDIT KH Ahmad Dahlan Parepare ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, halal, dan mendidik secara menyeluruh.