Beranda ยป Ketua Baznas Parepare Nara Sumber Literasi Zakat di Kemenag

Ketua Baznas Parepare Nara Sumber Literasi Zakat di Kemenag

Bagikan

PAREPARE VOICE SULSEL — Kementerian Agama Kota Parepare menyelenggarakan kegiatan untuk memfasilitasi Kelembagaan Literasi Zakat dan Wakaf bagi para pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan para penyuluh agama Islam sekota Parepare 11 Juli 2023 diaula Kementerian agama yang terletak jalan Jenderal Sudirman kota Parepare.

Ketua Baznas Parepare Syaiful Amir menjadi narasumber pada kegiatan literasi zakat yang digelar Kementerian Agama Parepare

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Birang Penerangan Islam Zakat dan Wakaf Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Propinsi Sulawesi Selatan Dr.H.Abd Gaffar, S.Ag,MA para Pejabat Kemenag Kota Parepare dan para kepala Kantor Urusan Agama (KAU) se-Kota Parepare dan para aktif Filantropi dari Lembaga Pengumpul Zakat diantaranya Lazismu,Lazisnu,WIZ,Baitul Maal Hidayatullah (BMH),Kurir Langit dan Baitul Maal Munzalan Indonesia,LAZ DDI serta para penyuluh agama Islam.

Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare H.Jama,S.Ag,MA dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan Ini adalah sebagai bentuk tanggung Jawab Kementerian agama untuk membina dan meningkatkan kapasitas para organisasi pengelola Zakat yang ada di kota Parepare agar pengelolaan Zakat lebih optimal baik dalam aspek pengumpulan, pendistribusiaan dan pendayagunaan Zakat san wakaf.

“Literasi Zakat dan wakaf harus terus di bangun agar kesadaran menunaikan Zakat masyarakat lebih massif karena kita ketahui antara potensi zakat dan realitas pengumpulan masih ada gap yang cukup jauh. Harapan kepala kantor kementerian agama dengan Fasilitasi Kelembagaan literasi Zakat dan wakaf bisa menjadi alternatif dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan ekonomi umayt,” terangnya.

Dalam sesi pemaparan materi tampil menjadi Narasumber yakni Saiful,S Sos.I,M.Pd ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare dengan memaparkan materi “Kolaborasi Pengelolaan Zakat dan Wakaf untuk Maslahat Umat”

Dalam penjelasannya Saiful mengajak para Pengurus Lembaga Amil Zakat harus mengedepankan Kolaborasi dan Sinergitas dalam mengelola Zakat baik dalam hal pendistribusian zakat maupun pendayagunaannya. Karena Zakat ini adalah pilar utama ke tiga dalam Islam sekaligus menjadi Ibadah Maaliyah Ijtimaiyyah (Ibadah harta yang memiliki tanggung jawab sosial).agar pelayanan kepada Mustahik lebih produktif. “Masing-masing aktifis Filantropi harus profesional dengan menjaga Azas dan etika pendistribusian Zakat non Primordialisme, non Sektarianisme dan non partisan. Karena kita adalah pejuang kemanusiaan universal,” ungkap Saiful.

Kepala Bidang Penerangan Islam Zakat dan Wakaf Dr.H.Abd Gaffar,S.Ag,MA dalam sambutannya mendorong Lembaga Zakat dan wakaf untuk berkolaborasi dengan semua stakeholder umat dan masyarakat, dikementerian agama ada Penyuluh dan Kepala KUA yang sangat strategis untuk menjalin kerjasama dalam penghimpunan dan program pemberdayaan Zakat.

“Salah satu contohnya di Kemenag ada program Pemberdayaan Ekonomi berbasis KUA dengan membina para UMKM menjalankan usahanya sehingga angka kemiskinan bisa terus kita tanggulangi,” ungkap Gaffar.(fs)