Beranda ยป Kawasan Percontohan Kebersihan, Kecamatan Ujung Gelar ‘Ujung Friday CleanUp’

Kawasan Percontohan Kebersihan, Kecamatan Ujung Gelar ‘Ujung Friday CleanUp’

Bagikan

PAREPARE, VOICESULSEL — Pemerintah Kecamatan Ujung bersama Polsek Ujung, Polsek KPN dan Koramil 1405-01 berkolaborasi dengan LSM Lingkar Hijau melakukan kegiatan karya bakti bersih-bersih di Taman Mattirotasi Parepare, Jumat 5 Januari 2024. Kegiatan dengan tema ‘Ujung Friday Clean Up’ itu digagas oleh pemerintah kecamatan ujung berkolaborasi dengan forkopimca dan elemen masyarakat.

Camat Ujung Parepare Muh Yusuf mengatakan kerja bakti dilaksanakan berkolaborasi dengan unsur forkopimca seperti Polsek Ujung, Polsek KPN, Koramil Ujung dan Puskesmas Madising Na Mario serta melibatkan LSM Lingkar Hijau.

Menurut Yusuf, titik Taman Mattirotasi merupakan salah satu objek wisata yang perlu dijaga kebersihan dan keindahannya karena berada di pusat kota.

“Sesuai dengan instruksi bapak Pj Walikota Parepare bahwa Taman Mattirotasi adalah titik wisata, sehingga kami dari pemerintah kecamatan bersama forkopimca turun bersama melaksanakan Jumat Bersih ini,” katanya.

Yusuf berharap bahwa kebersihan di wilayahnya akan menjadi percontohan, sebab merupakan wilayah pusat perkotaan yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Harapan kami kebersihan di wilayah kami kecamatan ujung akan menjadi percontohan, dimana kecamatan ujung ini adalah pusat kota Parepare,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua LSM Lingkar Hijau Ikbal Rahim Gani mengatakan inisiasi pemerintah kecamatan ujung dengan melibatkan LSM Lingkar Hijau dalam kegiatan jumat bersih adalah bahagian untuk menjadikan Kota Parepare lebih baik dan lebih bersih kedepannya. Menurutnya, pemerintah seharusnya melakukan kegiatan bersih-bersih ini secara serentak, agar semua elemen masyarakat turut berpartisipasi. “Seharu ini serentak dilaksanakan dan jangan hanya dihulu, tetapi kegiatan bersih-bersih ini juga dilaksanakan di hilir sehingga Parepare benar-benar bebas sampah dan bebas banjir,” jelasnya.

Ikbal juga menjelaskan bahwa Progam Padat Karya yang dilakukan pihaknya saat ini sudah sampai menyentuh beberapa titik wilayah seperti di Lompoe sebagai daerah yang rawan banjir. “Jadi Progam Padat Karya kami di Tegal Menolak Banjir sampai hari masih berlangsung, bahkan kami sudah bergeser ke Lompoe untuk melakukan pengerukan sedimen disaluran air,” tandasnya.(fs)