PAREPARE, VoiceSulsel – Menjelang kepindahannya ke tempat tugas baru di Polda Sulawesi Selatan, Kapolres Parepare AKBP Arman Muis menggelar silaturahmi bersama sejumlah awak media, Jumat (4/7/2025). Kegiatan penuh keakraban ini berlangsung di Warkop Sweatneas, Jalan Petta Unga, Kota Parepare.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Arman Muis mengenang kembali momen awal dirinya bertugas di Kota Parepare. Ia menyebut bahwa pertemuan pertamanya dengan insan pers juga berlangsung di tempat yang sama, sehingga lokasi ini dipilih sebagai tempat pertemuan terakhir dalam masa jabatannya di Polres Parepare.
“Saya memulai kegiatan silaturahmi pertama dengan wartawan di tempat ini pada awal tugas saya di Parepare, dan saat ini saya kembali mengajak untuk bersilaturahmi sebagai tanda akhir dari masa tugas saya di Parepare,” kenangnya.
Selama dua tahun menjabat sebagai Kapolres Parepare, Arman Muis mengaku telah berupaya memberikan kontribusi terbaik, khususnya dalam menjaga keamanan dan mendukung kinerja Polri yang presisi. Namun demikian, ia menyadari bahwa tidak semua berjalan sempurna.
“Saya meminta maaf karena pasti ada kelebihan dan kekurangan yang telah kami lakukan. Saya berpindah tugas untuk mengabdi di tempat lain dalam hal yang sama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kapolres yang dikenal dekat dengan wartawan ini menegaskan pentingnya hubungan sinergis antara kepolisian dan media. Ia menyebut silaturahmi yang telah terjalin merupakan bagian dari “silaturahmi konsolidasi sejati”.
“Harapan saya silaturahmi ini tidak terputus. Saya sebut ini silaturahmi konsolidasi sejati. Saya sedih harus berpisah, tapi ini sudah kehendak Ilahi,” tutur Arman dengan nada haru.
Sebagai bentuk kenang-kenangan, AKBP Arman Muis menyerahkan sebuah buku biografi setebal 500 halaman kepada perwakilan wartawan, di antaranya Ketua PWI Parepare Fatahuddin dan sejumlah jurnalis senior. Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup Arman Muis sejak masa kecil hingga menjadi perwira tinggi di kepolisian.
“Buku ini berkisah tentang perjalanan hidup saya sejak lahir, terlahir dari orang tua profesi buruh kasar dan sejak usia SMP saya sudah mengayuh becak,” ceritanya.
Ia mengungkapkan filosofi hidupnya yang terinspirasi dari latar belakang sederhana namun penuh semangat: “Saya lahir dari lorong kecil, tapi saya berjalan menuju jalan besar. Ini filosofi untuk penyemangat, jangan sampai karena kemiskinan semua berhenti.”
Menutup sambutannya, AKBP Arman Muis menitipkan pesan kepada insan pers untuk terus bersinergi dengan Polres Parepare dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.
“Saya titip Polres Parepare. Siapa lagi bisa saling mensupport dan saling mendukung kalau bukan kita, karena polisi dan wartawan memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama besar,” pungkasnya.