PAREPARE, VOICESULSEL – Meski terletak jauh dari pusat kota, kegiatan Safari Subuh Majelis Syuhada Kota Parepare tetap menunjukkan konsistensinya. Shaf demi shaf terisi penuh oleh jemaah yang memadati Masjid Jami Nurul Iman, Jalan M. Yusuf, tepat di depan Lapangan Sepak Bola Lemoe, Kecamatan Bacukiki, pada Jumat (23/5/2025).
Kegiatan dimulai dengan shalat subuh berjemaah yang diimami oleh Ustaz Rusman Ronggo, imam Masjid Jami Nurul Iman. Sambutan hangat disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Masjid, Makmur, S.Pd., M.Pd., yang mengapresiasi kehadiran Majelis Syuhada.
“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa menyambut Majelis Syuhada di masjid kami. Biasanya masjid ini penuh hanya saat shalat Idulfitri dan Jumat. Namun, hari ini Alhamdulillah penuh dengan jemaah yang berpakaian putih-putih. Ini sangat menginspirasi kami,” ujarnya penuh semangat.
Ceramah subuh disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Dahlan, S.Pd.I., M.Pd.I., yang juga Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Indonesia (AGPAI) Kota Parepare. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memakmurkan masjid.
“Dua rakaat sebelum subuh lebih mulia dari dunia dan seisinya. Mari ajak anak-anak kita ke masjid. ASN pun harus bisa membaca dan menulis Al-Qur’an sesuai edaran Wali Kota. Kita harus cinta masjid, sesuai anjuran Menag RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar,” kata Dr. Dahlan.
Ia juga menyinggung program-program Pemkot Parepare dalam memakmurkan masjid, seperti peluncuran enam masjid dengan layanan 24 jam serta kewajiban baca tulis Al-Qur’an bagi ASN.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Camat Bacukiki Saharuddin, S.E., Ketua Majelis Syuro H. Pangerang Rahim, Pembina Majelis AKBP (Purn) H. Muhabar, S.Ag., Muassis Majelis Syuhada H. Baktiar Syarifuddin, S.E., serta sejumlah tokoh masyarakat dan mantan pejabat di lingkup Pemkot Parepare.
Dalam kesempatan itu, H. Baktiar Syarifuddin menyampaikan bahwa jarak bukanlah halangan untuk beribadah.
“Tidak ada yang jauh kalau kita mau. Jemaah hari ini bahkan ada yang datang dari perbatasan Pinrang, Sidrap, dan Barru. Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat subuh berjemaah,” ungkapnya sebelum memimpin pembacaan selawat dan silaturahmi antarjemaah.
Tradisi silaturahmi ini, lanjutnya, menjadi kekhasan Majelis Syuhada yang senantiasa dijaga setelah pelaksanaan safari subuh.(ama)