MAKASSAR โ Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) resmi menjalin kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kampus Universitas Islam Makassar (UIM), Kamis (9/7).
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, bersama pimpinan dari 30 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sulawesi Selatan, yang sebagian besar dihadiri langsung oleh para rektor.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Simposium dan Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary (1626โ2026) yang mengusung tema “Menjaga Tanah Leluhur Dalam Filosofi To Mangkasara”. Agenda tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang agraria dan tata ruang.
Bagi ITH, penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kemitraan dengan kementerian guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ruang lingkup kerja sama mencakup kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, dukungan terhadap program strategis di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik serta Program Magang Berdampak bagi mahasiswa.
Melalui kolaborasi tersebut, ITH berkomitmen menghadirkan kontribusi akademik dan inovasi yang mampu mendukung penyelesaian berbagai persoalan pertanahan dan tata ruang secara ilmiah, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan dampak langsung.
“Saya berharap kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi partisipasi perguruan tinggi dalam membantu memecahkan berbagai permasalahan agraria yang hingga kini masih banyak terjadi di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi akademik, riset, pengabdian, serta pengembangan kompetensi SDM, kita dapat menghadirkan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujar Nusron.
Dengan terjalinnya kerja sama tersebut, ITH optimistis dapat semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan nasional sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, pengalaman lapangan, dan kepedulian terhadap isu-isu strategis di bidang agraria dan tata ruang.
Kerja sama ini juga diharapkan menjadi fondasi lahirnya berbagai program kolaboratif antara ITH dan Kementerian ATR/BPN yang mampu mendukung kebijakan pemerintah sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan.(*)