VOICESULSEL– Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (NU) kota Parepare bekerjasama dengan masjid raya Parepare melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya, Rabu 26 Oktober. Peringatan maulid itu dihadiri Ulil Abshar Abdalla sekaligus sebagai pembawa hikmah Maulid.
Maulid dimulai dengan pembacaan barzanji versi Arab dan Bugis.
Ketua PCNU Kota Parepare DR Kiai Hannani mengatakan pelaksanaan Maulid oleh PCNU Kota Parepare sudah jauh hari direncanakan. Namun menunggu kesiapan Ketua Lakpesdam PBNU untuk hadir secara langsung.
Rektor IAIN Parepare itu juga sempat menyentil pesantren dunia maya yakni pengajian live di medsos yang rutin dilakukan Gus Ulil yang diikutinya.
Diakhir sambutannya, Kiai nyentrik dengan gayanya yang khas itu mengundang jamaah Maulid untuk hadir pada kegiatan Halaqah Fiqih Peradaban yang digelar PCNU Parepare pada Kamis 27 Oktober.
KH Ulil Abshar Abdalla saat membawa hikmah Maulid memuji kota Parepare sebagai tempat lahirnya
Pesantren DDI tertua serta kota lahirnya tokoh nasional presiden RI ke III Bj Habibie.
Gus Ulil menjelaskan kecintaan umat terhadap Rasulullah diwujudkan dalam berbagai bentuk. Salahsatunya membaca kisah Nabi melalui karya barzanji. Tradisi ini kata dia, ada di hampir seluruh dunia Islam. “Kecuali mungkin di Arab Saudi karena disana, barzanji dianggap bid’ah,” jelasnya.
Nabi saat wafat lanjut Gus Ulil tidak meninggalkan harta benda apapun. Sehun keluarganya tidak menerima warisan harta dan juga dilarang menerima zakat.
“Tetapi warisan nabi jauh lebih berharga daripada harta benda, karena ajarannya ada dalam Alquran dan hadist.
Dua warisan Nabi itu ialah kitab Allah dan Sunnah,” bebernya
Gus Ulil lalu menyebut para ulama merupakan satu-satunya sumber yang dipercaya untuk menyampaikan wasiat dan risalah yang diwariskan Nabi.
“Warisan itu kita tidak akan dapat kalau bukan dari sumber yang benar, yaitu ulama,” terangnya.
Diakhir ceramah, Gus Ulil menyampaikan cara para ulama meneladani Rasulullah melalui tiga hal, yakni, Iman, Islam dan Ihsan.
Turut hadir pada kegiatan Maulid tersebut, anggota DPRD Kota Parepare dari Muh. Fudail, Tasming Hamid dan Sulaiman Hadir juga beberapa pejabat perwakilan dari Kapolres dan Dandim Parepare serta tokoh masyarakat.(*)