BARRU, voicesulsel.com — Sidang Paripurna penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Barru tahun 2023 tidak dihadiri fraksi Gerindra. Pada Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD itu dihadiri Bupati Barru, Ir H Suardi Saleh.
Dari enam fraksi di DPRD Barru, hanya Fraksi Gerindra tampil beda dari fraksi lain karena seolah-olah kompak memilih tidak hadir dalam sidang paripurna penyerahan LKPJ Bupati Barru tahun anggaran 2023.
Setelah ditelusuri, ternyata Ketua Fraksi Gerindra Aliffandi Aska tidak hadir bersama anggotanya bukan karena ada unsur kesengajaan ataupun tidak ada unsur politisnya.
Ketua Fraksi Gerindra Aliffandi beralasan tidak hadir dalam sidang paripurna penyerahan renperda LKPJ ini karena dalam kondisi sakit demam tinggi. Kemudian dua anggotanya Fraksi Gerindra lainnya tidak memberikan konfirmasi tentang alasan ketidakhadirannya.
“Saya kurang sehat dan dalam keadaan demam tinggi sehingga tidak bisa hadir,” katanya.
Padahal pandangan umum fraksi sudah siap dan tinggal dibacakan. “Tetapi saya benar-benar kurang sehat dan teman-teman lainnya yang tidak hadir juga tidak memberi alasan ketidakhadirannya,” ujar Alif Fandi .
Meskipun sudah berusaha dihubungi seperti H Ikbal dan Ibu Susanti, namun handphonennya sulit dihubungi,” sambungnya yang dikonfirmasi via telephone Senin (24/6/2024).
Sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Barru Lukman,T didampingi dua Wakilnya juga ikut dihadiri Bupati Barru Suardi Saleh yang menyerahkan ranperda LKPJ kepada Ketua DPRD.
Saat memberikan kesempatan pihak Fraksi membacakan pandangan umumnya terhadap LKPJ Bupati yang dimulai dari pembacaaan pandangan dari Fraksi Nasdem kemudian Fraksi Golkar yang dibacakan H Erdi, lalu pandangan umum Fraksi Gabungan Partai Ummat yang disampaikan Andi Wawo Mannojengi dan sebagai fraksi kelima yang dipersilahkan membacakan pandangan umumnya dibacakan Syamsu Rijal.
Namun usai pembacaan Pihak Fraksi PDIP, Ketua DPRD tidak melihat satupun anggota Fraksi Gerindra termasuk Ketua Fraksi yang tidak sempat hadir pada paripurna tersebut.
Lukman mengatakan, ketidakhadiran Fraksi Gerindra membacakan pandangan umum dihargai sebagai sebuah pilihan politik dari fraksi tersebut. (Udi/IRS)