Beranda » Empat Daerah Sulsel Alami Peningkatan Penduduk Miskin. Parepare Termasuk

Empat Daerah Sulsel Alami Peningkatan Penduduk Miskin. Parepare Termasuk

Bagikan

VOICE SULSEL — Jumlah penduduk miskin Sulawesi Selatan per Maret 2022 turun sebesar 0,15 persen atau 7,54 ribu jiwa dalam kurun waktu satu tahun.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan merilis data penduduk miskin Sulsel per Maret 2022 berjumlah 777,44 ribu jiwa atau 8,63%. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, per Maret 2021 penduduk miskin Sulsel berjumlah 784,98 ribu jiwa atau 8,78%. Data terakhir menunjukkan, angka kemiskinan Sulsel menurun 0,15%.

Dari data BPS itu, terdapat yang empat kabupaten/kota yang menjadi penyumbang pertumbuhan penduduk miskin dengan angka bervariasi.

Kabupaten Wajo mengalami persentase pertumbuhan penduduk miskin yang terbesar di Sulsel pada periode Maret 2022. Berdasarkan BPS, penduduk miskin di Wajo mencapai 26,75 ribu jiwa. Jika dibandingkan tahun sebelumnya hanya 26,22 ribu jiwa. Yang berarti meningkat 0,11 persen.

Kabupaten Sidrap menjadi daerah yang mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin kedua di Sulsel. Sesuai data BPS, jumlah penduduk miskin di bumi Nene Mallomo meningkat dari 15,25 ribu menjadi 15,56 ribu atau sekira 0,07 persen

Di posisi ketiga ada Kabupaten Bone yang mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin. Jumlah penduduk miskin di Bone periode Maret 2022 mencapai 80,34 ribu jiwa. Sedangkan pada tahun lalu hanya 79,64 ribu jiwa. Angka ini menunjukkan persentase peningkatan sebesar 0,06 persen

Sementara Kota Parepare menjadi satu-satunya wilayah perkotaan kota yang mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin periode Maret 22 yang mencapai 8,01 ribu jiwa. Dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama hanya 7,93 ribu jiwa atau meningkat sebesar 0,01 persen

Kepala BPS Kota Parepare, Suparno mengaku peningkatan jumlah penduduk miskin di Kota Parepare dipicu oleh garis kemiskinan yang naik. Hal itu disebabkan karena inflasi.

“Iyek naiknya tidak terlalu signifikan, dari 5,40% menjadi 5,41% naik 0,01%. Ini diakibatkan garis kemiskinan kita naik dari 383.471 tahun 2021 menjadi 402.126 tahun 2022 penyebabnya inflasi kita agak naik sedikit dari 4,09% tahun 2021 menjadi 6,66% tahun 2022,” katanya.(ak)