Beranda » Dua Jenazah Warga Pinrang Korban KKB Papua Dipulangkan

Dua Jenazah Warga Pinrang Korban KKB Papua Dipulangkan

Bagikan

VOICESULSEL — Pemerintah Kabupaten Pinrang, menerima langsung dua jenazah korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Pemerintah Provinsi Papua Barat di Bandara Sultan Hasanuddin
Makassar, Minggu 2 Oktober 2022

Melalui Asisten III Setda Pinrang, Andi Pawelloi Nawir dan Plt Kepala Dinas Kepala Dinas P2KBP3A Pinrang, Ramli menjemput kedua jenasah tersebut.

Dua warga Kecamatan Patampanua,Kabupaten Pinrang, menjadi korban tewas penembakan dan penganiayaan KKB di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis, 29 September lalu.Jenazah kedua warga yakni Abbas Manna (52) dan Armin (43).

Abbas Manna merupakan warga Malimpung, Kecamatan Patampanua, Pinrang. Sementara Armin warga Bonne, Desa Sipatuo, Kecamatan Patampanua, Pinrang. Penyerahan dua jenazah warga Pinrang tersebut diserahkan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Papua Barat, Najamuddin Bennu kepada Pemerintah Kabupaten Pinrang.

Asisten III Pinrang, Andi Pawelloi Nawir mengatakan dua jenazah korban penembakan KKB tersebut dibawa ke Kabupaten Pinrang
menggunakan mobil ambulans. “Kami menjemput jenazah dari bandara dan diserahkan langsung ke pihak keluarga,” katanya.

Dikatakan, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid turut berduka cita atas meninggalkan dua warga Pinrang yang bekerja di Papua Barat.

“Bupati Irwan Hamid juga akan memberikan bantuan uang tunai kepada pihak keluarga di rumah duka,” imbuhnya.

Kakak Ipar Almarhum Abbas Manna, Darna bercerita jika Abbas dan istrinya terakhir berkomunikasi sekitar
10 hari yang lalu sebelum Abbas dikabarkan meninggal.

“Terakhir komunikasi sekitar 10 hari
yang lalu. Video call dengan istrinya. Di sana jaringan jelek, jadi putus-putus,” katanya.

Darna mengaku baru mengetahui jika Abbas tewas dalam kerusuhan di tempat kerja itu pada Jumat (30/9/2022) dini hari.

“Kami baru tahu informasinya setelah Keluarga di sana menelpon kalau ada kerusuhan di tempat Abbas kerja,” ungkapnya.

Darna menuturkan, Abbas sudah lama bekerja di Papua Barat. “Dia kerja di proyek jalan trans Bintuni Maybrat. Dia sebagai bos di sana,” ucapnya.

Dikatakan, saat pengerjaan proyek jalan trans Bintuni Maybrat itu anak buahnya ada 14 orang yang masuk. Abbas Membawa 3
orang dari Pinrang untuk membantunya bekerja di Papua Barat. “Ada sepupunya
bernama Kumis. Ada juga orang di sini (Pinrang) dia bawa ke Papua untuk kerja bernama Ruslan (Cullang) dan Armin,” ucapnya.

“Jadi total orang Pinrang yang kerja di sana ada empat orang semua. Sementara yang meninggal itu dua orang. Abbas dan
Armin,” sambungnya.

Lebih lanjut, Darna mengungkapkan Abbas merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara. “Ia meninggalkan istri dan 6 orang
anak,” bebernya.