
VOICESULSEL — Komisi III DPRD Kota Parepare meninjau langsung progres pembangunan masjid terapung Parepare pada Senin, 30 Mei 2022.
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi III Ibrahim Suanda melihat dan memeriksa item-item hasil pekerjaan yang telah selesai. Seperti pemasangan keramik, kaca, aklirik serta asesoris lainnya.
Hasil dari kunjungan itu, Komisi III menyoroti sejumlah pekerjaan yang kurang baik, sehingga pelaksana proyek diminta untuk dilakukan perbaikan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Parepare, Ibrahim Suanda mengungkapkan, ada beberapa temuan dari proses pengerjaannya. Seperti pemasangan dinding kaca, pemasangan lantai, khsusunya keramik yang tidak siku.
“Kami juga melihat posisi mihrab yang kurang bagus. Proses pemasangan ini yang jauh sekali dari estetika. Keindahan tidak kita temukan di
dalamnya. Padahal jika melihat anggaran yang diberikan sangat luar biasa sekali,” jelasnya.
Ibrahim mengungkap, sebelumnya pihaknya telah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing dengan pihak terkait mengenai progres pengerjaan masjid terapung.
“Dari hasil hearing sebelumnya, kami
sinkronisasikan dengan keadaan di lapangan. Hasil hearing kami sangat jauh dari apa yang kita harapkan,” bebernya.
Bahkan dia menduga progres pekerjaan
yang dinyatakan sudah mencapai 97 persen. Namun sesuai kondisi di lapangan belum sampai 90 persen.”Kami menduga progresnya belum sampai di angka 90 persen.
Ini masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” katanya.
Selanjutnya kata Ibrahim Suanda, sesuai
keinginan Wali Kota Parepare ingin
melihat ada estetika di masjid terapung ini. Tetapi, setelah dilakukan cek per cek, maupun item per item dari seluruh proses pekerjaan, sangat jauh dari namanya estetika.
“Sehingga, kami juga sangat kecewa dengan kinerja yang diberikan konsultan pengawas,” katanya.
Dia pun menegaskan, Komisi III berencana akan melakukan hearing kembali, atas hasil kunjungan ini dengan memanggil seluruh konsultan pengawas, perencana, dan pelaksananya, termasuk PPK dan Dinas PUPR untuk mempertanggungjawabkan sejauh mana progres yang sudah terealisasi di lapangan.
Selain Ibrahim Suanda, Wakil Ketua
Komisi III, Satriya juga menyoroti dinding tempat AC dipasang agar dibenahi dan dirapikan. Bahkan, Satriya mengingatkan pihak pelaksanaan untuk membongkar AC itu, dan memperbaiki plasteran atau acian dinding tersebut agar terlihat ada keindahan dan estetika di dalam ruangan. “Hal-hal yang kecil ini bisa mempengaruhi estetika ruangan masjid ini. Makanya, saya minta diperbaiki, dan akan kami periksa ulang lagi,” ungkap Satriya.(*)