PAREPARE, VOICE SULSEL– Birokrat muda, Amarun Agung Hamka resmi dilantik menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Parepare oleh Wali Kota Parepare, Taufan Pawe dalam prosesi yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Senin (14/8/2023).
Itu setelah sebelumnya hampir empat tahun atau tepatnya tiga tahun 10 bulan, dia memimpin Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Parepare disingkat DKOP atau lebih kreatif Disporapar.
Selama kurun waktu itu, Hamka, sapaan akrabnya, sukses menjadikan Disporapar sebagai ikonik inovasi dan prestasi. Disporapar yang awalnya adalah SKPD kurang diperhitungkan menjelma menjadi sarat inovasi dan prestasi dengan sentuhan lulusan STPDN angkatan 12 itu.
Hamka resmi dilantik menjadi Kepala Disporapar definitif pada 9 Oktober 2019, setelah sebelumnya selaku Sekretaris Disporapar sekaligus Plt Kepala Dinas sejak 2 Mei 2019.
Tidak lama setelah dilantik, berkat terobosan-terobosannya di bidang kepemudaan oleh KNPI Parepare, Hamka dianugerahi Tokoh Pemuda Berprestasi tepat pada momentum puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2019.
Hamka dengan kiprahnya di Disporapar menjadi motor terbangunnya sinergitas yang baik dengan organisasi kepemudaan di Parepare. Bersama Disporapar mendorong lahirnya produk hukum yang menjadi dasar Penyelenggaraan Kepemudaan yakni Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Kepemudaan, dan Peraturan Wali Kota Nomor 25 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Kepemudaan. “Ini menjadi payung hukum Penyelenggaraan Kepemudaan di Parepare, sekaligus menunjukkan besarnya ruang berekspresi kepada pemuda yang diberikan oleh Pemkot Parepare melalui Disporapar,” ujar Hamka.
Tidak hanya di bidang kepemudaan, pada tahun awal kiprahnya di Disporapar, Hamka sudah membuat terobosan besar di sektor pariwisata.
Pada 2019, melalui Disporapar, Hamka sukses mengantar Festival Salo Karajae masuk dalam agenda event nasional yakni Top 100 Calender of Event National Wonderful Indonesia. Dan setelah itu berturut turut pada 2022 dan 2023, Festival Salo Karajae terpilih masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), sebuah event pariwisata nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Festival Salo Karajae yang sudah diakui secara nasional, dan oleh Pemprov Sulsel dinyatakan sebagai festival wisata pesisir sungai terbesar di Sulsel, bukan sekadar event pariwisata. Tapi sukses menggerakkan perekonomian dengan pemberdayaan pelaku UMKM, menarik puluhan ribu pengunjung datang, dan transaksi miliaran rupiah selama perhelatan festival. Festival ini yang menjadi ikonik wujud Teori Telapak Kaki Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, dengan banyaknya orang datang ke Parepare, dan pendukung implementasi visi misi Kota Industri Tanpa Cerobong Asap dengan tiga pilar utama yakni pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.