Beranda ยป Ada Selisih Nilai Pada Bantuan Korban Banjir Pemkot Parepare. Begini Penjelasan BKD

Ada Selisih Nilai Pada Bantuan Korban Banjir Pemkot Parepare. Begini Penjelasan BKD

Kepala Badan Keuangan Daerah Parepare, Agussalim
Bagikan

PAREPARE, VOICE SULSEL — Bantuan Korban Banjir dan Longsor yang dibagikan Wali Kota Parepare kepada 1.347 kepala keluarga (KK) penerima kembali menuai kritik. Pasalnya, terdapat kekeliruan nilai antara yang diserahkan sesuai yang tercatat dalam plakat dengan yang diterima melalui voucher.

Ketua LSM INCARE Kota Parepare Andi Ilham mengaku heran akan hal tersebut. Padahal katanya, seluruh penerima telah divalidasi. “Pemerintah telah menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis dengan diberikannya plakat sesuai nilai terdaftar sebesar Rp. 33.831.000. Namun mengapa hasil akhir saat pencairan voucher yang diterima nilainya berubah mnjadi Rp 20 juta,” katanya.

“Bagaimana dengan system pendataan yang dilakukan oleh Dinas terkait apakah tidak terkoneksi dengan Data Base Kependudukan sehingga muncul alasan salah alamat,” ujar Andi.

Menurutnya, bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota Parepare, Taufan Pawe yang diterima langsung oleh salah satu warga penerima yang terdampak diwakili oleh suami warga tersebut yang tidak disebutkan namanya.

“Artinya ada selisih Rp13,8 juta. Pertanyaannya, mengapa berubah, sementara daftar nama penerima tersebut telah dilakukan verifikasi faktual sebelum dimasukkan dalam daftar usulan penerima bantuan bencana Banjir dan tanah Longsor yang kemudian dibuatkan SK sebagai dasar hukum dari bantuan tersebut,” tutur Andi Ilham.

Ia menyayangkan, sebab hal itu menyangkut data masyarakat terdampak bencana dan data Penerima Bantuan Hibah yang nilainya sangat banyak dengan jumlah penerima mencapai ribuan KK.

“Oleh karenanya dengan kejadian ini agar pihak Pemerintah bersama DPRD dalam fungsi pengawasannya melakukan review terhadap hasil dari Program ini. Dan agar supaya APH dapat melakukan pulbaket sebab ditenggarai kemungkinan ada kesalahan berulang dan indikasi lain yang juga punya potensi bahwa penerima tidak tepat sasaran atau adanya pendataan yang ganda,” terangnya.

Sebelumnya Kepala BKD Parepare, Agussalim mengatakan anggaran bantuan bencana Banjir dan Longsor diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang totalnya mencapai Rp 4,137 miliar.

Terkait selisih tersebut, Agus Salim menjelaskan adanya data yang tertukar antara rumah penerima bernama Andi Tenri Mammeng dengan Nasrullah yang diterima dari BPBD.

“Alamat rumah Andi Tenri Mammeng dan Nasrullah tertukar. Rumah pak Nasrullah yang rusak parah, sementara rumah Andi Tenri Mammeng tidak rusak berat, cuman terendam saja. Jadi nasrullah yg terima Rp 33.8 juta,” katanya.

Agus Salim menambahkan, kedua penerima tersebut bisa memaklumi hal itu, dan keduanya sudah menerima bantuan mereka masing-masing. “Sudah di terima uangnya dan maklum’ji dan tidak keberatan,” tandas Agus.(ak)