PAREPARE — Edukasi keselamatan berkendara membutuhkan jangkauan luas dan penyampaian yang berkelanjutan. Untuk memperluas pesan tersebut, Satlantas Polres Parepare menjajaki kerja sama dengan Radio Peduli milik Pemerintah Kota Parepare sebagai saluran edukasi tertib berlalu lintas.
Penjajakan itu dibahas dalam kunjungan dan koordinasi personel Satlantas ke kantor Radio Peduli di Jalan Panorama, Parepare, Selasa (20/10/2026). Kunjungan tersebut dipimpin KBO Satlantas Polres Parepare Iptu Kadir Jaelani, bersama Aipda Aswar dan Brigpol Yuyustiadi.
Kasat Lantas Polres Parepare AKP Dr. Rusdi Yunus menegaskan pentingnya memanfaatkan berbagai saluran komunikasi agar pesan keselamatan lebih mudah diterima masyarakat.
“Edukasi tertib berlalu lintas perlu menjangkau masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi agar pesan keselamatan semakin mudah dipahami,” ujar Rusdi.
Melalui rencana kolaborasi ini, personel kepolisian diharapkan dapat menjadi narasumber siaran yang membahas aturan lalu lintas, disiplin berkendara, dan upaya mencegah kecelakaan.
Materi edukasi dapat mencakup kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, penggunaan helm berstandar, pemakaian sabuk pengaman, serta risiko perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
**Edukasi lalu lintas tidak cukup berhenti pada penyampaian aturan.** Pesan keselamatan perlu disampaikan secara konsisten agar masyarakat memahami bahwa kepatuhan berkendara berkaitan langsung dengan perlindungan jiwa.
Radio lokal berpotensi memperluas jangkauan informasi tersebut. Namun, efektivitasnya juga bergantung pada materi yang relevan, penyampaian yang mudah dipahami, dan kesinambungan program.
Rencana kolaborasi Satlantas Polres Parepare dan Radio Peduli diarahkan untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcar Lantas.
Meski demikian, jadwal siaran, format program, dan materi sosialisasi masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait. Penjajakan kerja sama ini belum dapat disebut sebagai program siaran rutin yang telah berjalan.
Ke depan, **konsistensi edukasi dan perubahan perilaku pengendara menjadi ukuran penting keberhasilan program**. Masyarakat membutuhkan informasi yang tidak hanya menjelaskan larangan, tetapi juga membantu mereka memahami cara berkendara dengan aman dan bertanggung jawab.
Melalui pemanfaatan radio sebagai saluran komunikasi publik, edukasi keselamatan di Parepare berpeluang menjangkau lebih banyak warga. Tantangannya adalah memastikan rencana tersebut berlanjut menjadi program yang terukur, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna jalan. (*)