Beranda » Puluhan Jurnalis dan Jamaah Masjid Raya Parepare Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang di Gunung Anak Krakatau

Puluhan Jurnalis dan Jamaah Masjid Raya Parepare Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang di Gunung Anak Krakatau

Bagikan

PAREPARE — Puluhan jurnalis di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menggelar doa bersama jamaah Masjid Raya Parepare usai pelaksanaan salat Jumat (11/9/2026).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan empati atas hilangnya lima orang jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Perwakilan jurnalis Parepare, Hendro, menyampaikan bahwa aksi solidaritas ini lahir dari rasa kepedulian mendalam, mengingat seluruh korban belum juga ditemukan sejak hari pertama dilaporkan hilang. Hingga memasuki hari kelima pencarian, keberadaan para awak media tersebut masih misterius.

“Kami dari perkumpulan jurnalis di Kota Parepare berdoa bersama jamaah Masjid Raya untuk rekan-rekan yang hilang kontak saat menjalankan tugas liputan di Gunung Anak Krakatau,” ujar Hendro usai kegiatan.

Hendro berharap tim Search and Rescue (SAR) gabungan dapat segera menemukan titik terang. Ia pun menggantungkan asa pada keajaiban di tengah proses pencarian yang terus berlangsung.

“Harapan kami, rekan-rekan yang masih dalam proses pencarian bisa segera ditemukan oleh tim SAR. Kami sangat berharap ada keajaiban,” ungkapnya.

Di samping itu, Hendro mengimbau seluruh perusahaan media untuk senantiasa menekankan pentingnya keselamatan kerja bagi para jurnalis di lapangan, terutama saat meliput di area berisiko tinggi.
“Keselamatan harus selalu diutamakan saat liputan. Prinsip utamanya: tidak ada berita yang seharga nyawa manusia,” tegas Hendro.

Pada kesempatan yang sama, Imam Masjid Raya Parepare, Hasyim, mengonfirmasi bahwa doa bersama dipimpin langsung pengurus masjid dan diikuti khusyuk oleh para jamaah.

“Kami berdoa agar Allah SWT memberikan keselamatan dan kesehatan bagi para jurnalis yang hilang kontak, serta memberikan ketabahan bagi seluruh masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tutur Hasyim.(*)