Beranda » Meriah Maulid Nabi Masjid Al-Firdaus Parepare, Panitia Tekankan Keteladanan Rasul

Meriah Maulid Nabi Masjid Al-Firdaus Parepare, Panitia Tekankan Keteladanan Rasul

Bagikan

PAREPARE — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Firdaus, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, berlangsung meriah, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi pengurus masjid, remaja masjid, jemaah, serta ibu-ibu majelis taklim. Salah satu yang menarik perhatian dalam pelaksanaan Maulid tahun ini yakni hadirnya sekitar 30 batang pisang (Bura) yang dihiasi berbagai ornamen telur dan kreasi masyarakat.

Majelis Taklim Al Firdaus turut serta memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ketua Panitia Pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Al-Firdaus, Aipda Sultan, mengatakan, pergelaran BURA di luar masjid menjadi salah satu inovasi dalam pelaksanaan Maulid tahun ini.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari anak-anak yang biasanya berebut telur apabila seluruhnya ditempatkan di dalam masjid.

“Alhamdulillah, ini pertama kalinya kita adakan BURA di luar, menghindari anak-anak yang biasa berebut kalau dalam masjid,” kata Aipda Sultan.

Ia menyebut, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sekitar 30 batang pisang atau BURA dihias dengan beragam ornamen. Bahkan, sejumlah kreasi warga dengan adanya pohon kurma dan berbagai bentuk lainnya.

“Alhamdulillah warga berpartisipasi kurang lebih 30 batang pisang yang dihiasi ornamen telur,” ujarnya.

Dalam peringatan Maulid tersebut, panitia turut mengundang Wali Kota Parepare, camat, lurah, unsur TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat sekitar Masjid Al-Firdaus.

Hikmah Maulid disampaikan oleh Prof. Dr. Kiai Hannani, M.Ag, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Parepare.

Aipda Sultan menegaskan, esensi peringatan Maulid tidak semata-mata terletak pada kemeriahan tradisi atau pembagian telur dan sokko.

Menurutnya, momentum Maulid harus menjadi sarana untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dan menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, dengan terselenggaranya peringatan Maulid ini, kita tidak hanya berebut sokko, berebut telur, tapi nilai-nilai dari sifat-sifat Baginda Rasulullah Muhammad SAW dapat kita pahami dan kita implementasikan dalam kehidupan kita,” jelasnya.

Ia berharap pesan tersebut menjadi poin penting yang dapat terus disampaikan kepada masyarakat melalui setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Ini poin penting yang perlu kita sebarkan melalui peringatan Maulid ini,” pungkas Aipda Sultan.(*)

Reporter: Fatur Sakke