Beranda » BBM Langka, Pemkot Makassar Alihkan Pembelajaran PAUD-SMP ke Sistem Daring

BBM Langka, Pemkot Makassar Alihkan Pembelajaran PAUD-SMP ke Sistem Daring

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin
Bagikan

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah untuk mengurangi dampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terhadap aktivitas masyarakat. Mulai 12 hingga 19 September 2026, pembelajaran bagi peserta didik jenjang PAUD, SD dan SMP sementara dilaksanakan dari rumah secara daring.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melalui laman media sosialnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan pendidikan tetap berjalan meski untuk sementara tidak dilakukan secara tatap muka di sekolah.

“Sekolah Tetap Jalan, Belajar dari Rumah Sementara. Mulai besok, 12 hingga 19 September 2026, pembelajaran PAUD, SD, dan SMP sementara dilakukan dari rumah secara daring sebagai respons terhadap kondisi BBM saat ini,” tulis Munafri Arifuddin.

Menurut Munafri, kebijakan tersebut bukan berarti aktivitas pendidikan dihentikan. Proses belajar mengajar tetap berlangsung dari rumah dengan memanfaatkan pembelajaran daring.

Pemkot Makassar juga akan terus memantau perkembangan kondisi BBM di lapangan. Kebijakan pembelajaran dari rumah tersebut dapat dievaluasi berdasarkan situasi yang berkembang.

“Kami akan terus mengevaluasi kebijakan ini sesuai perkembangan di lapangan. Pantau informasi selanjutnya melalui kanal resmi Pemkot Makassar dan Disdik Makassar,” lanjutnya.

Langkah ini menjadi salah satu bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi BBM yang tengah terjadi. Dengan pembelajaran dari rumah, mobilitas siswa, guru dan orang tua ke sekolah untuk sementara dapat dikurangi.

Meski demikian, pemerintah memastikan kegiatan belajar tetap berjalan. Sekolah dan tenaga pendidik diharapkan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi peserta didik selama kebijakan tersebut diberlakukan.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan BBM tidak hanya berdampak pada aktivitas transportasi dan ekonomi, tetapi mulai berpengaruh terhadap aktivitas pendidikan masyarakat.

Pemkot Makassar menyatakan akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembelajaran setelah melihat perkembangan kondisi BBM di lapangan.

Pembelajaran daring ini direspon orang tua siswa di Makassar. Nadia, orang tua siswa mengakui pembelajaran daring khusus sekolah di Makassar dipicu karena kelangkaan BBM. “Iya benar mulai hari ini belajar daring dilakukan karena BBM langka,” ujarnya, Sabtu kemarin. (*)