PAREPARE, VOICESULSEL – Ratusan karung beras berlabel Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ditemukan berserakan di pinggir jalan kawasan Kompleks Perumahan PNS, Galung Maloang, Kota Parepare. Temuan tersebut menjadi perhatian warga dan memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan beras program pemerintah.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi menduga beras SPHP tersebut telah dikemas ulang atau dioplos menjadi beras premium. Namun hingga kini dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada bukti yang menunjukkan telah terjadi praktik pengoplosan.
Masyarakat berharap pihak terkait, mulai dari Perum Bulog, Dinas Perdagangan, hingga aparat penegak hukum, segera melakukan pemeriksaan untuk mengungkap asal-usul ratusan karung beras tersebut serta memastikan ada atau tidaknya penyalahgunaan beras SPHP.
Jika terbukti terjadi pengoplosan atau pengemasan ulang untuk memperoleh keuntungan, tindakan tersebut dinilai merugikan masyarakat dan bertentangan dengan tujuan program SPHP yang disalurkan pemerintah guna menjaga stabilitas harga dan menyediakan beras dengan harga terjangkau.
Menanggapi temuan tersebut, Perum Bulog Kantor Cabang Parepare langsung memperketat pengawasan distribusi beras SPHP dan melakukan penelusuran di lapangan.
Pemimpin Perum Bulog Kancab Parepare, Rahmi Mangerang, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai dugaan pengemasan ulang beras SPHP oleh oknum tertentu.
“Kami langsung melakukan penelusuran begitu menerima informasi tersebut. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau unsur pidana, maka akan kami koordinasikan dengan aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rahmi, Kamis (23/7/2026).
Rahmi menjelaskan, seluruh mitra penyalur beras SPHP telah melalui proses verifikasi dan diwajibkan mematuhi ketentuan yang berlaku. Mitra dilarang membuka kemasan asli, mencampur, maupun mengemas ulang beras SPHP untuk diperjualbelikan kembali.
Menurutnya, dugaan sementara mengarah pada praktik pengumpulan beras SPHP dari sejumlah titik penyaluran sebelum dikemas ulang dan dijual dengan harga yang lebih tinggi. Meski demikian, Bulog masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta di lapangan dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog akan memperketat pengawasan terhadap seluruh jaringan penyalur serta berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk melakukan inspeksi. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran beras SPHP tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Rahmi juga memastikan stok beras SPHP di wilayah kerja Bulog Parepare dalam kondisi aman dan distribusi kepada masyarakat tetap berjalan normal. Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan beras SPHP.
“Hingga saat ini proses penelusuran masih berlangsung. Kami berkomitmen menjaga integritas program SPHP agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.(*)