Pengurangan Emisi Karbon dan Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan
PAREPARE , VOICESULSEL – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup terus digaungkan oleh Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kota Parepare. Melalui kolaborasi dengan berbagai elemen yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan, IKA Unhas menggelar Diskusi Publik yang dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon produktif sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi IKA Unhas Kota Parepare dalam Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pengurangan Emisi Karbon” itu berlangsung di Kape Ha Bila, Jalan Jenderal Ahmad Yani KM 6, Kota Parepare, Senin (27/7/2026).
Acara dihadiri pengurus IKA Unhas Kota Parepare, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bila Provinsi Sulawesi Selatan beserta jajarannya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin, serta sejumlah pemerhati dan kelompok pecinta lingkungan.
Diskusi dibuka oleh Dr. Taqyuddin Jabbar yang merupakan Ketua IKA UNHAS Kota Parepare, mengangkat pentingnya penggunaan kendaraan berbasis hybrid sebagai salah satu alternatif transportasi ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon.
Menurutnya, transformasi menuju transportasi rendah emisi menjadi langkah strategis yang perlu didorong secara bersama-sama sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim.
Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Iradhatullah Rahim M.Si, Guru Besar Pertanian Universitas Muhammadiyah Parepare. Ia menekankan pentingnya pengembangan sektor pertanian yang ramah lingkungan dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Menurutnya, praktik pertanian berkelanjutan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga kualitas tanah dan sumber daya alam untuk generasi mendatang.
Sementara itu, Muhammad Fitrah, S.Hut., M.Si memaparkan pentingnya menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Ia menjelaskan bahwa hutan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus menjadi salah satu benteng alami dalam mencegah bencana lingkungan. Ia berharap kegiatan seperti ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat agar lebih aktif berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan hidup.
Tidak hanya menghadirkan paparan ilmiah, forum diskusi juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi Kota Parepare. Sejumlah peserta menyoroti langkah pemerintah dalam mengantisipasi bencana alam, termasuk persoalan pembangunan kawasan perumahan yang dinilai masih mengabaikan aspek tata ruang dan kelestarian lingkungan.
Ketua Panitia, Muhammad Ikhsan, S.ST, mengungkapkan bahwa hasil diskusi mencatat sejumlah persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian bersama. Di antaranya alih fungsi lahan, upaya peningkatan produksi pertanian khususnya komoditas padi, penguatan konsep urban farming, kerusakan lahan terutama di kawasan hulu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, hingga persoalan banjir yang kerap melanda kawasan perkotaan.
Menurutnya, kompleksitas persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat sebagai solusi bersama dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.
“Melalui kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, kami berharap berbagai persoalan lingkungan di Kota Parepare dapat dicarikan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi dari hasil diskusi, seluruh peserta kemudian melakukan penanaman pohon produktif sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Lembaga Amil Zakat Haji Kalla serta UPTD KPH Bila Provinsi Sulawesi Selatan, yang diharapkan dapat memperkuat sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan di Kota Parepare.( ama).