PAREPARE – Pengurus dan panitia Masjid Miftahul Jannah Sao Lapadde menghadirkan nuansa baru dalam kegiatan keagamaan rutin mereka dengan menggelar Talk Show Keagamaan bertema “Meneladani Rasulullah dalam Melayani Umat Lewat Masjid”, Sabtu subuh (6/6/2026).
Kegiatan yang sebelumnya dikemas dalam bentuk kajian rutin dua pekanan itu kini dikembangkan menjadi format talk show interaktif guna meningkatkan partisipasi dan keterlibatan jamaah. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag, dosen IAIN Parepare sekaligus Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Parepare dan Pengurus BKPRMI Sulawesi Selatan.
Talk show tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan mantan pejabat, di antaranya mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare H. Anwar Saad, SH, MH, Drs. H. Ismail Edy, mantan anggota DPRD Kota Parepare H. Tahang Adam, SH, mantan Wakapolres Luwu Utara H. M. Arsyad, serta mantan Kabag Kesra Dra. Hj. Wahyuni Chalik. Sejumlah jamaah Masjid Miftahul Jannah dan masyarakat sekitar juga tampak memenuhi lokasi kegiatan.
Ketua DKM Masjid Miftahul Jannah, H. Tahang Adam, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan format kegiatan dilakukan sebagai upaya mencari formula baru dalam memakmurkan masjid dan menghidupkan semangat kebersamaan jamaah.
“Selama ini kegiatan diisi dengan kajian-kajian rutin. Kini kami mencoba menghadirkan suasana yang lebih atraktif melalui talk show keagamaan. Tema yang diangkat adalah bagaimana menghidupkan kembali masjid sebagai pusat peradaban umat,” ujarnya.
Sementara itu, Musyarif yang bertindak sebagai moderator menjelaskan bahwa konsep talk show dipilih agar suasana diskusi menjadi lebih santai namun tetap berbobot. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas umat, tidak hanya dalam bidang ibadah tetapi juga pelayanan sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Masjid memiliki peradaban. Di dalamnya dapat dibangun kebersamaan, musyawarah, pelayanan sosial dan berbagai aktivitas yang membawa kemaslahatan bagi umat. Karena itu, memakmurkan masjid menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Saleh menegaskan bahwa yang memakmurkan masjid adalah orang-orang yang beriman. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah pertama kali membangun Masjid Quba yang kemudian menjadi pusat berbagai aktivitas umat Islam.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pusat ukhuwah, tempat musyawarah, dan pusat peradaban Islam. Masjid adalah milik bersama yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.
Menurutnya, pengurus masjid perlu melakukan berbagai inovasi untuk menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan masjid. Salah satunya dengan menyediakan sarana penunjang seperti perpustakaan, fasilitas olahraga di lingkungan masjid, hingga akses internet yang dikelola secara baik dan bertanggung jawab.
“Kita perlu menghadirkan anak-anak dan remaja agar mencintai masjid sejak dini. Bisa dengan menyediakan fasilitas yang mendukung aktivitas positif mereka. Namun pemanfaatannya harus tetap diawasi agar sesuai dengan fungsi dan tujuan masjid,” ungkapnya.
Talk show berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari jamaah yang hadir. Interaksi yang terbangun menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap upaya memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan dan peradaban umat.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar program talk show keagamaan ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah edukasi serta silaturahmi bagi jamaah dalam memperkuat peran masjid di tengah kehidupan masyarakat.