Beranda » Suwardi Thahir Maju Ketua PWI Sulsel, Ajatappareng Angkat Suara: “Cahaya Baru, Harapan Lama”

Suwardi Thahir Maju Ketua PWI Sulsel, Ajatappareng Angkat Suara: “Cahaya Baru, Harapan Lama”

Bagikan

PAREPARE – Arena pemilihan Ketua PWI Sulsel periode 2026–2031 resmi dipanaskan oleh langkah H. Suwardi Thahir.

Tokoh senior pers ini disambut gembira oleh empat Ketua PWI wilayah Ajatappareng: Ahmadi Kalub (Barru), Fatahuddin (Parepare), Darwis Pantong (Sidrap), dan Muh Nur (Pinrang).

Mereka kompak menilai, majunya Suwardi bukan sekadar pencalonan, tapi cahaya baru bagi organisasi PWI Sulsel yang lama ditunggu.

Suara Ketua PWI Ajatappareng

Ahmadi Kalub (Ketua PWI Barru):
“Pak Suwardi bukan hanya simbol profesionalitas, tapi jembatan penghubung antara jurnalis dan stakeholder daerah. Kami percaya, PWI Sulsel akan kembali bersinar dengan integritas yang kuat.”

Fatahuddin (Ketua PWI Parepare):
“Ketokohan beliau sudah mengakar. Suwardi mampu merangkul semangat progresif anak muda tanpa menanggalkan nilai etika para senior. Itu yang membuat kami optimis.”

Darwis Pantong (Ketua PWI Sidrap):
“Profesional sejati harus punya pekerjaan tetap, sumber nafkah, organisasi, kode etik, dan lembaga kehormatan. Semua itu ada dalam diri Pak Suwardi. Beliau pengingat esensi sejati profesi wartawan: integritas tanpa kompromi.”

Muh Nur (Pinrang):
“Kematangan beliau tidak bisa dibeli dengan uang. Pengalaman hidupnya di dunia pers adalah modal besar menjaga kehormatan PWI dan menjawab ketidakpastian masa depan media.”

Suwardi Thahir, dengan rekam jejak panjang sebagai mantan Pemimpin Redaksi Harian Fajar, dipandang bukan sekadar calon, tapi representasi harapan. Ia dinilai mampu merangkul seluruh golongan wartawan, dari senior hingga generasi muda, tanpa kehilangan marwah organisasi.

Kini, dengan segala pengalaman dan kematangan, Suardi berdiri sebagai figur yang diharapkan membawa PWI Sulsel bukan hanya bertahan, tapi kembali bersinar dengan integritas yang kuat dan kepemimpinan yang merangkul semua pihak.

Momentum Kebangkitan Pers Sulsel

Majunya Suwardi juga dipandang sebagai momentum kebangkitan pers Sulsel di tengah tantangan zaman. Di era digital yang penuh disrupsi, wartawan dituntut bukan hanya cepat, tetapi juga tajam dan beretika. Kehadiran figur seperti Suardi dianggap mampu menjadi penyeimbang: merawat idealisme, sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika media modern.

Para Ketua PWI di wilayah Ajatappareng menegaskan, organisasi wartawan tidak boleh sekadar menjadi papan nama. Ia harus menjadi rumah besar yang melindungi anggotanya, menjaga kode etik, dan mengawal demokrasi. Dalam konteks itulah, Suardi Thahir dipandang sebagai sosok yang tepat untuk menakhodai PWI Sulsel lima tahun ke depan.

Di mata banyak wartawan, PWI Sulsel ibarat kapal besar yang lama terombang-ambing di dermaga. Ada awak, ada layar, tapi tak ada nakhoda yang benar-benar mengarahkan. Majunya Suwardi Thahir dianggap sebagai jawaban atas kegelisahan itu.

“Kalau bukan Suardi yang maju, siapa lagi? Masa PWI mau terus jadi kapal tanpa nakhoda, hanya sibuk berdebat di dermaga,” ujar Ruslan Nawir salah satu anggota PWI Parepare.(*)