Beranda » Sekolah Konservasi Pencinta Lingkungan Jadikan UPTD KPH Bila Kota Parepare sebagai Tempat Praktik

Sekolah Konservasi Pencinta Lingkungan Jadikan UPTD KPH Bila Kota Parepare sebagai Tempat Praktik

Bagikan

PAREPARE — Sekolah konservasi lingkungan yang diikuti sejumlah komunitas pecinta alam di Kota Parepare resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Parepare, Dr. Kaharuddin, S.Ag., M.Pd.I., pada Ahad (21/6/2026) di Kampus IAIN Parepare.

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas bagi para anggota pecinta alam, khususnya dalam bidang konservasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam. Sekolah konservasi tersebut melibatkan berbagai komunitas pecinta alam kampus maupun pelajar di Kota Parepare.

Hadir dalam pembukaan kegiatan itu sejumlah pengurus dan anggota pecinta alam se-Kota Parepare, di antaranya Ketua Mispala.Comosentris Alim (Alpaca), Ketua Panitia Pelaksana Rahmatullah (Manril), serta peserta dari berbagai organisasi seperti Waspala Zamrud SMA Negeri 4 Parepare, Wispala SMA Negeri 1 Parepare, Mapala Salawat Universitas Muhammadiyah Parepare, Mapala Abadi Kampus V Universitas Negeri Makassar Parepare, Libam IAIN Parepare, dan Porma IAIN Parepare.

Ketua panitia pelaksana, Rahmatullah, menjelaskan bahwa sekolah konservasi ini tidak hanya berfokus pada materi di dalam ruangan, tetapi juga praktik lapangan yang akan dipusatkan di UPTD KPH Bila Kota Parepare. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai memiliki potensi besar sebagai kawasan pembelajaran konservasi, ekosistem hutan, serta pengenalan keanekaragaman hayati.

“Melalui sekolah konservasi ini, kami ingin membangun kesadaran generasi muda untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan memiliki kemampuan teknis dalam upaya konservasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Parepare, Dr. Kaharuddin, mengapresiasi inisiatif para komunitas pecinta alam yang terus aktif dalam kegiatan edukasi lingkungan. Menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan menghadapi tantangan perubahan iklim.

Kegiatan sekolah konservasi ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari dengan rangkaian materi tentang konservasi, pengelolaan hutan, mitigasi bencana, hingga praktik langsung di kawasan UPTD KPH Bila sebagai bentuk implementasi pembelajaran di lapangan.