VOICE SULSEL — Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 1405 Parepare melaksanakan vicon dengan Panitia peringatan HUT ke 77 Persit KCK di Makodim 1405 Parepare, Selasa 14 Februari 2023 Pukul 09.45 Wita, di ruang vicon Makodim 1405/Parepare Jl. Jend. Ahmad Yani Parepare.
Ketua Persit KCK Kodim 1405 Parepare diwakili oleh Septa Feronika vicon melakukan talkshow secara virtual dengan Ellya Dwi Endrosasongko selaku Ketua Panita peringatan HUT ke 77 Persit Kartika Chandra Kirana tahun 2023. dengan tema “Ceramah Psikologi”.
Kegiatan ini diikuti 4 Kodim di antaranya Persit KCK Kodim 1405/Parepare, Persit KCK Kodim 1404/Pinrang, Persit KCK Kodim 1420/Sidrap, dan Persit KCK Kodim 1419/Enrekang beserta para anggota.
Ketua Persit KCK daerah XIV/Hasanuddin Desi Toto Imam Santoso menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan ketahanan keluarga, diantaranya sebagai orangtua pasti menginginkan anaknya untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup mereka, namun, terkadang melakukan sesuatu yang berlebihan, malah akan membatasi anak untuk mendapatkan hal baik dari hidupnya.
Ia melanjutkan, bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus menjadi perhatian dan prioritas utama, terutama dalam masa tumbuh kembangnya, karena pada saatnya nanti seorang anak akan menjadi sumber daya utama yang akan membawa negeri menjadi negara yang maju dimasa depan.
Poin tiga kata dia pemimpin yang hebat tidak akan lahir pemimpin yang tidak nyaman. “Asa kehidupan anak kita dalam lingkungan keluarga sehingga pola asuh orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi kepribadian dan perilaku anak,” bebernya.
Termasuk perilaku toxic parenting harus diubah sesegera mungkin karena pengalaman-pengalaman yang didapat anak saat mendapat perlakuan buruk dari orang tua akan tertanam dan anak dapat mewarisi perlakuan buruk pada orang lain.
“Bagi orangtua yang telah melakukan kesalahan dalam mengasuh anak, cobalah untuk mengubah secara bertahap dan konsisten. Pikirkan bahwa anak merupakan seorang individu yang harus dihormati seperti kita menghormati orang lain.,” katanya.
Selanjutnya, katanya interaksi antara anak dengan orang tua yang tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis atau afeksi dan perasaan saja tetapi juga norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungan.
“Bagaimana membangun benteng kehidupan anak kita sehari-hari sehingga kita jangan membentak anak kita yang melakukan kesalahan, mari kita jadikan anak kita menjadi kuat.
“Setiap anak berbeda krakter sehingga kita sebagai orang tua harus mengetahui karakter anak kita masing-masing di rumah,” tutupnya.(fs).