PINRANG, voicesulsel.com — Masyarakat Desa Ujung Labuang Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang menggelar Pesta Nelayan. Kegiatan dimulai dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan parade budaya diatas laut menggunakan perahu yang telah dihias, Minggu 21 Juli 2024.
Sebanyak 70 perahu nelayan digunakan warga pada parade budaya diatas laut. Kegiatan itu di sponsori para juragan kapal sebagai ungkapan rasa syukur setelah pulang dari melaut dari hasil tangkapan mereka.
Menurut panitia Drs Yanas mengatakan Pesta Nelayan di Ujung Labuang sebagai ungkapan rasa syukur dengan kembalinya para nelayan dari melaut.
“Tradisi ini sebenarnya sudah lama ada, sebagai ungkapan rasa syukur atas kembalinya para nelayan. Namun baru tahun ini kita rayakan dan dirancang menjadi event dua tahunan bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Yanas mengaku masyarakat nelayan di pesisir Desa Ujung Labuang melakukan tradisi itu untuk meningkatkan rasa syukur mereka atas rejeki dari Tuhan yang semakin melimpah.
Pesta Nelayan itu dihadiri Penjabat Bupati Pinrang yang diwakili Kepala Dinas Perikanan Andi Muhammad Taufik serta tokoh masyarakat setempat. Kepala Dinas memimpin pelepasan parade tradisi pesta Nelayan didampingi oleh DanRamil Suppa, Kapten Inf Kaharuddin, Danpos AL, Letda (L) Tameng Purbaya, serta Kepala Desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Bupati Pinrang diwakili Kadis Perikanan, Andi muhammad Taufik mengatakan pesta nelayan di Ujung Labuang merupakan tradisi masyarakat sekitar yang perlu dikembangkan menjadi wisata bahari sebagai potensi yang dimiliki daerah.
“Ini merupakan tradisi masyarakat yang perlu dikembangkan menjadi potensi wisata laut. Bahwa garis pantai di Kabupaten Pinrang sepanjang 101 km itu kita upayakan agar berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan ekstrim,” katanya.
Menurutnya, tradisi budaya seperti itu akan disinergikan dengan Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan dan unsur terkait lainnya untuk mendukung masyarakat dalam pemberdayaan sumber ekonomi.

Sementara itu seorang mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Muhammad Alief Fa’adillah memberikan apresiasi atas pesta tradisi budaya yang ada di masyarakat Ujung Labuang.
“Terus terang saya baru melihat ini. Dan ini cukup menarik, karena warga sekitar berbondong-bondong turun ke laut sebagai rasa syukur mereka atas rejeki yang didapatkan dari laut,” katanya.
Menurutnya Indonesia sebagai negara maritim, dimana laut menjadi penopang hidup sebagian masyarakat, maka tradisi itu perlu dilestarikan sebagai warisan budaya dan silaturahmi masyarakat setempat. “Semoga kedepannya bisa dirancang lebih meriah lagi,” ujarnya.(Fs)