Beranda » PAD Parkir Parepare Triwulan I 2026 Tembus Rp414 Juta, Tertinggi Sepanjang Sejarah

PAD Parkir Parepare Triwulan I 2026 Tembus Rp414 Juta, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Staf Bagian UPTD Parkir Dinas Perhubungan Parepare, Fitrah Staf Bagian UPTD Parkir Dinas Perhubungan Parepare, Fitrah
Bagikan

PAREPARE — Dinas Perhubungan di Kota Parepare mencatat peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir pada triwulan pertama tahun 2026. Hingga Maret, realisasi pendapatan telah mencapai Rp414 juta dari target tahunan sebesar Rp2 miliar.

Staf Bagian UPTD Parkir Dinas Perhubungan Parepare, Fitrah, mengungkapkan capaian tersebut telah memenuhi target triwulan.

“Alhamdulillah hingga triwulan pertama realisasi mencapai target,” ujarnya saat ditemui di kantor Dinas Perhubungan Parepare, Selasa (5/5/2026).

Menurut Fitrah, pendapatan tersebut bersumber dari 148 kantong parkir yang tersebar di empat wilayah Kota Parepare. Namun, pengelolaan parkir di Pasar Lakessi tidak termasuk karena berada di bawah kewenangan Dinas Perdagangan.

Ia menjelaskan, peningkatan pendapatan dipengaruhi oleh bertambahnya kantong parkir serta berkurangnya potensi kebocoran dilapangan. Selain itu, seluruh titik parkir telah melalui proses uji petik selama satu bulan untuk mengukur potensi realisasi sebelum ditetapkan.

“Apalagi pegawai kita sekarang banyak yang PPPK, sudah ada gajinya,” jelasnya.

Faktor lain yang mendorong peningkatan PAD adalah pengambilalihan pengelolaan parkir di RSUD Andi Makkasau dan RS Hasri Ainun Habibie dari pihak ketiga ke pemerintah daerah. Dua lokasi ini dan titik depan sejahtera paling berkontribusi signifikan.

“Sumbangsih PAD parkir terbesar kita dari dua rumah sakit ini, rata-rata di atas Rp1 juta per hari. Ini berbeda saat masih dikelola pihak ketiga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Parepare, Fitriani, menyebut capaian ini sebagai rekor tertinggi dalam pengelolaan parkir daerah.

“Ini menjadi capaian tertinggi selama ini. Tahun lalu target kita Rp1,8 miliar per tahun dan itu pun tidak pernah tercapai,” ujarnya.

Ke depan, Dinas Perhubungan berharap penggunaan sistem portal parkir, khususnya di kawasan rumah sakit, dapat semakin mengoptimalkan PAD dari sektor tersebut.(*)