Beranda » Orang Tua Korban Bantah Tuduhan, Tegaskan Anaknya Benar Jadi Korban Penganiayaan di Lumpue

Orang Tua Korban Bantah Tuduhan, Tegaskan Anaknya Benar Jadi Korban Penganiayaan di Lumpue

Proses Mediasi yang Dilakukan Pemerintah antara Pihak Korban untuk mencari solusi terbaik Proses Mediasi yang Dilakukan Pemerintah antara Pihak Korban untuk mencari solusi terbaik
Bagikan

PAREPARE, VOICESULSEL — Pasangan suami istri IL dan ER, orang tua dari anak berinisial M (9), akhirnya angkat bicara dan menyampaikan bantahan atas berbagai tudingan yang dialamatkan kepada mereka oleh keluarga Hk (21) serta sejumlah warga di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.

Pernyataan bantahan ini disampaikan dalam pertemuan resmi di kantor Kelurahan Lumpue bersama unsur Pemerintah Kecamatan Bacukiki Barat, Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, LPMK, serta para ketua RW dan RT, Kamis (4/12/2025).

IL Tegaskan: Anak Benar Dipukul dan Dicekik

Dalam pertemuan itu, IL menyatakan bahwa anaknya benar mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh Hk pada 30 November 2025.

“Anak saya dipukul dadanya, kemudian dicekik. Ada luka di dada, leher, dan bagian belakang,” ungkap IL di hadapan para pihak.

IL mengatakan, insiden itu terjadi ketika anaknya sedang bermain sepeda di sekitar rumah terlapor. Saat sepeda tersangkut benang, pelaku disebut menyemprot M dengan air hingga terjadi cekcok yang berujung pada dugaan pemitingan.

“Anak saya waktu itu pulang dengan kepala penuh pasir, basah kuyup, dan lebam. Saya tidak terima anak saya diperlakukan begitu,” tegasnya.

Bantah Tuduhan Soal Kondisi Psikologis Anak

IL juga membantah tudingan bahwa anaknya memiliki gangguan emosional atau kondisi khusus sebagaimana disampaikan oleh kelompok warga yang mendukung terlapor.

“Tidak ada itu pak, tidak pernah seperti itu,” ujarnya di hadapan unsur Forkopimcam Bacukiki Barat.

Korban M sempat menjalani visum di RSUD Andi Makkasau Parepare. Paralegal yang mendampingi keluarga korban menyebut kondisi M sudah berangsur membaik meski sebelumnya sempat mengalami trauma dan enggan bersekolah.

Mediasi Dipimpin Camat Bacukiki Barat, Solusi Damai Ditawarkan

Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah, yang memimpin agenda mediasi, meminta penjelasan terkait kondisi korban dan memastikan pendampingan yang memadai bagi anak tersebut.

“Kami berusaha mencari jalan terbaik. Pemerintah tetap berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan damai selama kedua pihak bersedia,” ujar Ardiansyah.

Pemerintah Kecamatan saat ini masih menunggu keputusan keluarga korban apakah akan melanjutkan proses hukum atau mempertimbangkan penyelesaian melalui Restorative Justice, sebagaimana arahan kepolisian sebelumnya.

Pihak Terlapor Siap Menyampaikan Permintaan Maaf

Sementara itu, pihak Hk yang diwakili ayahnya, Efendy, menyatakan kesiapannya untuk meminta maaf kepada keluarga korban apabila itu menjadi jalan penyelesaian masalah.

Namun hingga mediasi tersebut berlangsung, belum tercapai kesepakatan final antara kedua pihak.

Pemerintah Kawal Kondusivitas Lingkungan

Pemerintah Kecamatan Bacukiki Barat dan Kelurahan Lumpue menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal proses penyelesaian masalah, terutama setelah sebelumnya muncul reaksi warga yang menginginkan keluarga korban meninggalkan lingkungan.

“Kami berharap tidak ada tindakan-tindakan berlebihan. Semua warga memiliki hak yang sama atas rasa aman dan perlindungan,” tegas perwakilan pemerintah dalam pertemuan itu.

Proses selanjutnya menunggu keputusan dari pihak keluarga IL–ER terkait langkah hukum yang akan mereka tempuh.

Sementara pihak RT RW setempat mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut dua hari terkahir ini. Mereka mengaku di lingkungan tempat tinggalnya cukup kondusif dan tidak terdengar adanya keributan atau peristiwa tersebut.