Beranda ยป KPU Gelar Sosialisasi Persiapan Penyusunan Visi Misi dan Progam Paslon Walikota dan Wakil Walikota Parepare

KPU Gelar Sosialisasi Persiapan Penyusunan Visi Misi dan Progam Paslon Walikota dan Wakil Walikota Parepare

Bagikan

PAREPARE, voicesulsel.com — Komisi Pemilihan Umum Kota Parepare menggelar sosialisasi persiapan penyusunan visi misi dan program pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Parepare pilkada 2024.

Kegiatan berlangsung di Kenari Bukit Indah yang melibatkan Bawaslu, Pengurus Parpol dan sejumlah wartawan.

Kegiatan sosialisasi juga menghadirkan Kepala Bappeda Parepare, Zulkarnain dan eks Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya sebagai pemateri sosialisasi.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Parepare Muhammad Awal Yanto mengatakan, sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan gambaran internal tentang rancangan pembangunan jangka panjang (RPJP) daerah mengingat waktu pendaftaran pasangan calon sudah akan dimulai.

“Mengingat tahapan pendaftaran pasangan calon sudah akan dilakukan, sehingga perlu dilakukan sosialisasi untuk bisa diinternalisasikan terkait rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) dengan mengundang kepala Bappeda sebagai pembicara,” katanya

Menurut Awal, bukan hal yang mudah untuk menyusun program kerja yang nantinya akan menjadi acuan dari para calon untuk membangun kesejahteraan masyarakat yang akan dipimpinnya.

Sehingga, sosialisasi itu akan memberikan informasi metode bagaimana mencapai kesejahteraan yang dimaksud.

“Harapan kami semoga tahapan ini berjalan lancar bisa memberikan informasi dan melayani teman dari partai politik,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bappeda Parepare Zulkarnain Nasrun memaparkan kondisi kota Parepare secara keselurahan. Mulai dari pertumbuhan penduduk, ekonomi, pendidikan dan hal lainnya yang bersangkut paut tentang pembangunan daerah.

“Parepare saat ini sudah menjadi daerah tujuan, itu ditandai jumlah penduduk semakin meningkat diikuti sarana dan prasarana, fluktuasi ekonomi serta keadaan geografis wilayah,” katanya.

Menurut Zulkarnain, tidak semua persoalan kota bisa diselesaikan dengan APBD, namun kata dia harus pula dibantu dengan dana dari luar seperti CSR maupun dari organisasi penghimpun dana sosial, seperti Baznas.(*)