Beranda » Jurnalis Minta Polisi Awasi Lonjakan Harga Pangan dan Dugaan Pelangsiran BBM Subsidi

Jurnalis Minta Polisi Awasi Lonjakan Harga Pangan dan Dugaan Pelangsiran BBM Subsidi

Bagikan

PAREPARE — Aparat kepolisian diminta untuk lebih serius menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik di pasaran. Hal tersebut mencuat dalam agenda silaturahmi antara jajaran Polres Parepare dan insan pers, Senin (15/6/2026).

Dalam pertemuan itu, sejumlah jurnalis menyoroti kenaikan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga gas elpiji yang dinilai mulai memberatkan masyarakat.

Jurnalis Tribun Timur, Rahmat, meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan dari kepolisian turun langsung memantau kondisi pasar agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pedagang.
“Beras Bulog dipermainkan, termasuk minyak Kita yang dulu harga HET di Rp15 ribu, sekarang kenyataannya di lapangan sudah naik sampai Rp25 ribu,” ujar Rahmat.

Sorotan serupa juga disampaikan jurnalis CNN, Hasrul Nawir. Ia meminta aparat kepolisian lebih intens mengawasi distribusi BBM subsidi di SPBU yang diduga masih rawan praktik pelangsiran, khususnya untuk jenis Pertalite dan Solar.

Menurutnya, kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi perhatian serius karena masyarakat harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM subsidi.
“Kami prihatin atas situasi di SPBU dimana warga setiap hari harus antre. Mungkin ini disebabkan karena maraknya pelangsiran BBM subsidi,” ungkap Hasrul.

Selain itu, maraknya keberadaan Pertamini yang menjual BBM Pertalite eceran juga diminta menjadi perhatian aparat. Pasalnya, BBM yang dijual diduga berasal dari pasokan SPBU yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, menjelaskan bahwa distribusi beras maupun minyak goreng, khususnya Minyak Kita dari Bulog, sejauh ini hanya disalurkan kepada pedagang mitra resmi Bulog.

Namun, di lapangan banyak pedagang yang memperoleh barang dari tangan kedua atau ketiga, sehingga menyebabkan harga jual ke konsumen menjadi lebih tinggi.
“Kendala di lapangan, tidak semua penjual kebagian pasokan langsung. Banyak yang membeli dari tangan kedua sehingga harga ikut naik. Kami tetap melakukan pengecekan pasokan dan harga, namun sampai hari ini belum ditemukan adanya kelangkaan pangan,” jelas Kapolres.

Sementara terkait kejahatan migas, Polres Parepare mengaku telah melakukan sejumlah penindakan terhadap pelaku pelangsir BBM subsidi. Bahkan dari empat kasus yang ditangani, satu di antaranya telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi maupun kebutuhan pokok demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bagi masyarakat.(*)