Beranda » ICMI Parepare Konsolidasikan Kekuatan Umat, Tasming Hamid: Cendekiawan Harus Jadi Motor Perubahan Daerah

ICMI Parepare Konsolidasikan Kekuatan Umat, Tasming Hamid: Cendekiawan Harus Jadi Motor Perubahan Daerah

Bagikan

PAREPARE — Ditengah kebutuhan akan arah pembangunan yang berbasis nilai dan kolaborasi, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kota Parepare menegaskan perannya sebagai simpul pemersatu.

Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Auditorium B.J. Habibie, Ahad (3/5/2026), bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang strategis untuk merumuskan masa depan umat dan daerah

Rangkaian Musda berlangsung dinamis melalui sidang pleno yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya hingga proses pencalonan dan pemilihan ketua baru. Tahapan ini menjadi krusial dalam menentukan arah gerak ICMI ke depan, terutama dalam menjawab tantangan pembangunan berbasis keilmuan dan nilai keislaman.

Ketua panitia, Dr. Ibrahim Fattah, menegaskan bahwa Musda ini dirancang sebagai momentum konsolidasi, bukan sekadar rutinitas organisasi. Ia menekankan pentingnya menyatukan langkah agar kerja-kerja keumatan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau kita ingin memberi dampak nyata, maka gerakan keumatan harus terhubung dan saling menguatkan. Di sinilah Musda menjadi titik temu untuk menyamakan visi,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin dari kehadiran delapan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam besar di Kota Parepare. Perwakilan dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Fatayat NU, PD DDI, KAHMI, PD Aisyiyah Parepare, PD Wanita Islam Parepare, PC Muslimat NU Parepare, hingga PD Ummahat DDI Parepare tampak duduk bersama dalam satu forum, menanggalkan sekat organisasi demi membangun persatuan umat.

Diskusi cendekia yang menghadirkan akademisi asal Makassar, Prof. Dr. KH. Ahmad Sewang, MA, justru ditempatkan pada sesi akhir kegiatan. Penempatan ini memberi ruang reflektif bagi peserta setelah melalui rangkaian sidang, sekaligus memperkaya perspektif tentang pentingnya persatuan dalam bingkai keilmuan dan keislaman.

ICMI Parepare sendiri mengusung tiga pilar utama yaitu keislaman, kecendekiawanan, dan keindonesiaaa, sebagai arah gerak organisasi. Ketiga nilai ini diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun sinergi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya peran strategis para cendekiawan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kontribusi pemikiran harus mampu diterjemahkan menjadi solusi konkret bagi masyarakat.

“ICMI memiliki posisi penting sebagai jembatan antara gagasan dan kebijakan. Kami berharap para cendekiawan tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi hadir sebagai motor perubahan yang mampu memberi dampak nyata,” tegas Tasming.

Ia juga menyampaikan harapan agar kolaborasi antara ICMI dan Pemerintah Kota Parepare terus diperkuat, terutama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Kami ingin Parepare berkembang tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara moral dan intelektual. Peran ICMI sangat strategis dalam mewujudkan hal itu,” tambahnya.

Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut memperkuat pesan sinergi tersebut. Tampak hadir Ketua TP PKK Andi Arfiah Tasming bersama jajaran, Sekretaris Daerah Amarun Agung Hamka, Wakapolres Kompol Saharuddin, Dandim Letkol Inf Erwin Hidayat, serta Danyon Brimob Kompol Dr. Ramli.

Partisipasi kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Parepare—seperti STAI DDI, Institut Teknologi BJ Habibie, IAIN Parepare, dan Universitas Muhammadiyah Parepare—semakin menegaskan posisi ICMI sebagai ruang temu antara kekuatan intelektual dan gerakan keumatan.

Musda ini pada akhirnya bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, tetapi tentang bagaimana merawat persatuan dan memperkuat kolaborasi.

ICMI Parepare kembali diproyeksikan menjadi penggerak gagasan sekaligus perekat umat, demi mewujudkan Parepare yang lebih religius, maju, dan bermartabat.(ama)