Beranda ยป Gelar Festival Hafidz Qur’an, Disdikbud Dukung Parepare Sebagai Kota Santri dan Ulama

Gelar Festival Hafidz Qur’an, Disdikbud Dukung Parepare Sebagai Kota Santri dan Ulama

Ketua TP PKK Kota Parepare Hj Erna Rasyid Taufan memberikan penghargaan kepada peserta yang berhasil lolos 20 besar Hafizh Qur'an pada lomba festival Hafidz Qur'an yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare
Bagikan

VOICE PAREPARE — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare menggelar festival Hafidz Quran yang diikuti 153 peserta dari tingkat SMP dan Mts atau sederajat se-kota Parepare. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di aula Dinas Pendidikan, Rabu 11 Oktober 2023. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, H. Makmur mengatakan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan para peserta didik terhadap Alquran.

“Ada beberapa rangkaian dari kegiatan festival Hafidz Quran ini, salah satunya yang kita hadiri saat ini. Dan semuanya untuk mengajak anak-anak kita mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan festival Hafidz adalah salah satu program dinas pendidikan untuk mendukung program walikota Parepare menjadikan kota Parepare sebagai kota santri dan ulama, diantara beberapa program lainnya. Ia berharap visi-misi pemerintah kota yang telah dibangun akan dapat dilanjutkan oleh calon-calon pemimpin yang memiliki kesamaan visi dengan Wali Kota Parepare Taufan Pawe.

Makmur menyebut saat ini gadget atau handphone sangat memengaruhi kehidupan anak-anak peserta didik, dimana hampir setiap saat mereka diperhadapkan dengannya.

“Saya ingin menggaris bawahi, bahwa manfaat membaca Qur’an bagi diri kita akan dijauhkan oleh setan. Namun kehadiran handphone bisa menjadi setan bagi anak-anak kita, karena banyaknya tontonan yang tidak layak disuguhkan dalam handphone menjadi tontonan anak-anak,” katanya.

Apalagi kata dia, berdasar penelitian, 30 persen anak-anak pengguna HP sudah menonton sesuatu yang seharusnya belum dia lakukan. Bahkan 60 persen dikalangan usia mereka sudah pernah melihat dan sisanya tinggal 10 persen yang belum.

“HP bisa menjadi setan karena memberikan informasi yang tidak bagus dan tonton yang belum layak kepada anak-anak kita. Sehingga ini menjadi perhatian kita bersama bahwa ketika ini berlanjut dan dibiarkan, maka otak anak-anak kita akan berkerut,” paparnya.

Hal itu kata Makmur akan memicu ketidakmampuan berpikir dan menganalisis sesuatu hal yang menjadikan mereka tidak dapat diajak untuk berdiskusi.

“Posisi HP harus meningkatkan potensi anak didik kita, dengan keberkahan membaca Alquran akan menjaga kalian supaya terhindar dari hal-hal yang negatif,” jelasnya.

Erna Rasyid Taufan mengatakan penghafal Al-Qur’an akan selalu hidup dan tak akan pernah mati. Ia bilang, Al-Qur’an sumber ilmu hidup dunia dan akhirat yang akan terus dibaca, dihafal dan diamalkan.(fs)