Zulham Arif disela sebuah kegiatan partai
PAREPARE VOICE SULSEL — Ketua KONI Parepare Zulham Arif dipanggil oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare. Pemanggilan itu berdasarkan surat Nomor : R.146/P.4.11/Dek.3/06/2023 perihal Permintaan Keterangan tertanggal 16 Juni 2023.
Baca juga:Zulham Arif Mundur, KONI Parepare Dinilai Bermasalah
Menantu Wali Kota Parepare itu diminta hadir pada hari Senin, 19 Juni 2023 pukul 13.00 WITA di kantor Kejari Parepare. Dalam surat itu, diterangkan Zulham akan dimintai keterangan dugaan penyalagunaan anggaran KONI Parepare tahun 2019 sampai dengan 2022.
“Dimintai keterangan terkait dengan penyalahgunaan anggaran KONI Parepare Tahun Anggaran 2019 sampai dengan tahun anggaran 2022.” bunyi surat Kejari, dikutip Sabtu, (17/6).
Zulham juga diminta membawa Foto Copy data/dokumen terkait dengan masalah yang dimaksud.
Sumber https://ideatimes.id/kejari-periksa-ketua-koni-parepare-zulham-arif-19-juni-dugaan-penyalahgunaan-anggaran-2019-2022/
Baca juga: Masalah KONI Tak Clear, Dana Hibah Terancam Tak Cair. Yusuf Lapanna: Kasian Atlet
Sebelumnya Pemerhati Olahraga Kota Parepare H. Rahman Saleh (HRS) juga menyoroti kepengurusan KONI dibawah kepengurusan Zulham Arif tidak sesuai AD/ART organisasi. Dimana saat itu pengurus lama terkesan di kudeta, sebab belum berakhir masa kepengurusannya.
“Jadi naiknya ini Zulham jadi Ketua KONI tidak melalui proses yang benar, ada aturan yang dilabrak, dilakukan serba diam-diam dan diyakini menyalahi prinsip organisasi, kalau
bahasa kasarnya kudeta tak berdarah,” tegas Rahman pada wartawan.
“Dan ini menjadi tanggung jawab moral KONI wilayah. Saya selaku pemerhati olahraga mendesak diselamatkan ini KONI Parepare,” lanjut mantan legislator itu.
Rahman menilai banyak hal yang mendasar yang perlu dibuka ke publik untuk klarifikasi dan investigasi. Termasuk terkait penggunaan anggaran dan hasil pemeriksaan BPK. “Kalau saya dana 5 tahun terakhir di KONI juga harus diaudit, karena ada indikasi hanya dinikmati oleh pengurus,” jelasnya.
Rahman bahkan menilai KONI menjadi sapi perah dan tunggangan politik pihak tertentu. “Jadi persoalan ini tidak sesederhana itu, bahwa akan rapat dan menunjuk unsur pimpinan baru, sebab banyak hal yang perlu diketahui karena dana di KONI cukup besar setiap tahunnya,” paparnya.
Ia juga melihat bentuk mekanisme pertanggungjawaban pengurus KONI lalu yang tidak jelas dengan adanya atlet yang menyampaikan bahwa insentif tidak sesuai dengan yang diterima, sehingga menjadi momen yang baik untuk menyelamatkan KONI.
Baca juga : FAM Beberkan Alasan Zulham Arif Mundur dari KONI Parepare
Selain hal tersebut, informasi dari sejumlah media juga memberitakan bahwa Zulham menuai masalah sekaitan dengan pertanggungjawaban anggaran biaya Porprov Sinjai Bulukumba tahun 2022. Dirinya sempat dikabarkan tegang dengan bendaharanya sendiri yang ingin mundur. Hal itu dibenarkan Ketua Komisi II DPRD Parepare Yusuf Lapanna. “Ada isu bendahara (Baswedan) Ingin mundur dan itu tidak dibantah oleh Fadly Agus Mante saat RDP dengan kami termasuk isu liar anggaran Rp 180 juta,”kata Yusuf. (*)