PAREPARE — Dukungan nyata dari PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi telah mendorong langkah besar Ibu Naomi Sampeangin dalam merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), balita, dan lansia di Kota Parepare. Melalui Yayasan Pelita Sehati yang didirikan di rumahnya sendiri, Ibu Naomi menjadi simbol kepedulian sosial yang langka di tengah keterbatasan perhatian terhadap ODGJ.
“Di rumah saya itu ada kegiatan rutin untuk ODGJ setiap tanggal 11, balita tanggal 10, dan lansia tanggal 16. Hari ini, bertepatan dengan kegiatan ODGJ yang dibina oleh Akademi Keperawatan Fatimah, ada sebanyak 51 orang yang hadir,” ungkap Naomi, Rabu 11 Juni 2025.
Yayasan Pelita Sehati, yang kini menjadi wadah pelayanan sosial, berawal dari inisiatif Naomi sendiri. Namun, perjalanannya tak lepas dari peran penting PT Pertamina sebagai pihak pertama yang memberikan dukungan.
“Saya pernah usulkan rumah sakit jiwa di Parepare, tapi selalu dijawab tidak ada dana. Maka saya berinisiatif membentuk yayasan sendiri, dan Pertamina-lah yang pertama kali membantu hingga kegiatan ini bisa terus berjalan sampai hari ini,” tegas Naomi.
Naomi mengaku, perhatian pemerintah terhadap ODGJ masih sangat minim dibandingkan panti asuhan. Ia merasa banyak ODGJ yang terabaikan, bahkan terlantar di jalanan, tanpa adanya solusi konkret dari negara.
“Padahal jelas disebutkan dalam undang-undang bahwa orang terlantar dipelihara oleh negara. Tapi kenyataannya banyak ODGJ tidur di pasar, di jalanan, tanpa perlindungan. Itu sebabnya saya bergerak sendiri,” ujarnya.
Salah satu bentuk kepeduliannya adalah dengan merawat seorang ODGJ laki-laki yang telah tinggal bersamanya selama enam tahun. ODGJ tersebut bahkan telah dimasukkan dalam Kartu Keluarga (KK) Naomi dan dianggap sebagai anggota keluarganya sendiri.
“Dia baik, tidak pernah membuat keributan. Keluarganya sudah angkat tangan, dan saya tidak tega melihatnya ditelantarkan. Saya pelihara dan jadikan dia bagian dari keluarga saya,” kata Naomi dengan haru.
Selain dukungan dari PT Pertamina, beberapa donatur lainnya seperti Telkomsel dan lembaga zakat seperti Lazismu juga kerap memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok. Bantuan tersebut sebagian besar dibagikan Naomi kepada keluarga-keluarga lain yang turut merawat ODGJ di rumah masing-masing.
“Setiap ada bantuan, saya bagikan ke rumah-rumah yang juga merawat ODGJ. Harapan saya, mereka ini diberi haknya—terutama yang terlantar. Sudah saatnya ada tempat penampungan khusus bagi mereka,” ujarnya.
Perwakilan Telkomsel, Abraham, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan Naomi. Ia menyebut sosok Naomi sebagai inspirasi dan berharap makin banyak pihak yang tergerak mendukung.
“Kita bersyukur ada Bunda Naomi yang begitu peduli. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan makin banyak orang yang ingin terlibat dalam perjuangan ini,” ungkap Abraham.
Yayasan Pelita Sehati, dengan dukungan awal dari PT Pertamina, kini menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap ODGJ bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang perlu terus diperluas.