VOICESULSEL — Sebuah fakta terungkap jelang laga kontra PSM Makkasar vs Sulut United di stadion Gelora Mandiri Parepare yang saat ini ramai disebut Stadion Gelora Bj Habibie. Perubahan nama stadion Gelora Mandiri menjadi Gelora BJ Habibie ternyata tanpa sepegetahuan wakil rakyat di DPRD Kota Parepare. Hal ini menjadi pertanyaan siapa yang merubah nama stadion tanpa melalui pembahasan di DPRD.
Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Parepare, Yasser Latief yang mempertanyakan perubahan nama Stadion Gelora Mandiri (SGM) menjadi Gelora BJ Habibie (GBH). “Itu perubahan nama stadion kapan dilakukan, kami di DPRD tidak pernah membahasnya,” tegas Yasser, Ahad 5 Juni.
Yasser mengaku kesal dengan adanya dan mudahnya dilakukan perubahan nama tersebut tanpa melalui sebuah proses dan persetujuan di DPRD Kota Parepare. Menurutnya, pemberian nama stadion SGM itu tidak semudah yang dibayangkan, karena melalui proses panjang dan melalui persetujuan masyarakat.
“Bukan keinginan individu atau kelompok. Saya akan mencari tahu siapa yang merubahnya, termasuk pada laman wikipedia. Ini sebuah pembohongan, apa lagi media juga ikut menyampaikan melalui berita yang dibuatnya. Jangan buat berita hoax, atau mencomot saja. Pahami dulu,” tegas Yasser Latief.
Lanjut Yasser, perubahan nama secara serta merta itu bagian dari kritik terhadap pemerintah kota. YL berharap agar Pemkot Parepare tidak merubah nama baru untuk bangunan yang bakal menjadi ikon di Kota Parepare. “Saya pikir kenapa secara serta merta merubah nama, itu pun dilakukan jelang laga uji coba PSM Makkasar yang merupakan tim kebanggaan Sulawesi Selatan. Dan pemerintah harus segera merespon perubahan nama tersebut,” tutupnya.
Seperti diketahui, tim kebanggaan masyarakat Sulsel, PSM Makassar akan melakoni laga uji coba melawan Sulut United di Stadion Gelora Mandiri pada Senin 6 Juni 2022. (*)