PAREPARE, VOICE SULSEL — Memasuki hari hari akhir Ramadhan 1444 H Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare yang terletak di Jalan KH Agus Salim kompleks Islamic Center terasa berbeda dari hari biasanya,hal ini disebabkan karena kedatangan tamu khusus yakni para orang-orang yang diberikan hidayah oleh Allah Swt yakni para muallaf.
Sejumlah 20 orang muallaf dari berbagai latar belakang keyakinan sebelumnya mendapat pencerahan oleh Ketua Baznas Kota Parepare Saiful, S.Sos.I,M.Pd dalam Taushiyah singkatnya Saiful menyapa para muallaf ini “Selamat datang di Kantor Baznas bapak,ibu saudaraku se Iman dan se Aqidah, Baznas sebagai lembaga yang kerkecimpung dalam penghimpun dan pemberdayaan Zakat memiliki tanggung jawab moral dan Sosial dalam pembinaan para Muallaf sebagaimana firman Allah dalam al Qur’an surah at Taubah ayat 60 bahwa muallaf disebutkan dalam urutan ke empat dari delapan Asnaf yang berhak menerima Zakat….al Muallafatu Quluubuhum (orang-orang yang dilembutkan hatinya).

“Sangat bahagia rasanya karena kita bisa bertemu karena Allah yang tidak pernah direncanakan sebelumnya, maka hidayah islam ini adalah nikmat terbesar Allah SWT yang harus kita jaga dan pelihara,” kata Syaiful
Kata dia Baznas siap mendampingi saudara saudari sekalian untuk program pembinaan baik yang sifatnya penguatan aqidah dan bimbingan spiritual maupun pendampingan pengembangan usaha jika sekiranya ada yang memiliki skill yang akan dikembangkan.
“Ataupun usaha UMKM yang membutuhkan modal usaha. maka insya Allah minimal sekali sebulan akan kita buat pengajian yang didalamnya ada pelajaran mengaji,thaharah dan Tata cara shalat sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” papar Saiful.
Erwin salah seorang muallaf dari keturunan Tionghoa menado beserta istrinya dan ketiga anaknya bersyahadat didepan kepala Kantor Urusan agama tiga hari sebelum Ramadhan. Ia mengungkapkan rasa bahagia dan ketenangan batin yang dia dan keluarganya rasakan sejak memeluk Islam meskipun dengan hidup yang sederhana.
“Saya syahadat di Kalimantan dan Istri dan anak-anak mendapat petunjuk mengikuti saya,walaupun saya tidak pernah paksa,” ungkap Erwin berkisah dengan nada terharu bahagia.
Lain halnya kisah Muhammad Haris yang memeluk islam sebulan yang lalu bahkan dia bercerita kalau sebelumnya adalah tokoh agama pada agama yang dianut sebelumnya.
“Saya syahadat karena sering membaca buku dan menganalisa tiba-tiba muncul keinginan untuk belajar Islam akhirnya syahadat dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun,” ungkap Haris.