Beranda » Jangan Jadi Muslim Instan, Majelis Syuhada Safari Subuh di Masjid Al Mujahidin Watang Bacukiki

Jangan Jadi Muslim Instan, Majelis Syuhada Safari Subuh di Masjid Al Mujahidin Watang Bacukiki

Bagikan

PAREPARE – Majelis Syuhada Parepare kembali menggelar safari shalat Subuh berjemaah secara istiqamah pada Jumat (11/9/2026).

Safari kali ini bertempat di masjid tertua dan bersejarah di Kota Parepare, Masjid Al Mujahidin Watang Bacukiki. Para jemaah yang mengenakan pakaian serba putih tampak memenuhi area dalam hingga meluber ke luar masjid.

Kegiatan ini dihadiri sejumah tokoh penting, di antaranya Ketua Majelis Syuro yang juga mantan Wakil Wali Kota Parepare, H. Pangerang Rahim, serta Muassis Majelis Syuhada, H. Bakhtiar Syarifuddin.

Turut hadir mantan Kepala BKD H. Nasarong Umar, S.Sos., M.H., mantan Kadis Pendidikan Pinrang Drs. H. Andi Mappanyukki, M.Si., mantan Sekretaris KPU Parepare Drs. H. Nurdin Amin, Kadis Perpustakaan Drs. H. Ahmad Masdar, M.Si., mantan Kadis Infokom Anwar Amir, S.STP., M.Si., serta mantan Camat Bacukiki Syaharuddin, S.Sos.

Selain para pejabat purna tugas, hadir pula sejumlah Ketua DKM Masjid dan Pengurus Majelis Taklim se-Kota Parepare, purna bakti BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, jemaah dari luar daerah, serta warga setempat.

Shalat Subuh dipimpin langsung oleh Imam Masjid Al Mujahidin Watang Bacukiki. Rangkaian acara diisi dengan sambutan penerimaan oleh Ketua DKM Masjid Al Mujahidin Syaharuddin, ceramah singkat oleh Ustadz Haeruddin (Kepala MTs PP DDI Lilbanat Bilalang), dan ditutup dengan sambutan Muassis Majelis Syuhada, H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E.

Dalam sambutannya, Ketua DKM Masjid Al Mujahidin, Syaharuddin, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan safari Subuh tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan kedua kalinya dari Majelis Syuhada. Menurut sejarah, Masjid Al Mujahidin ini merupakan masjid tertua dan bersejarah di Kota Parepare yang dulu sempat dikunjungi oleh Imam Lapeo dari Polmas,” ujar Syaharuddin.

Sementara itu, Muassis Majelis Syuhada Parepare, H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E., mengimbau para jemaah untuk terus konsisten menjaga semangat beribadah.

“Saya tidak bosan-bosannya mengajak jemaah untuk tetap istiqamah mengikuti safari shalat Subuh. Misi utama Majelis Syuhada adalah memperkuat shalat Subuh, sedekah Subuh, dan silaturahmi. Terima kasih kepada pengurus masjid yang telah menyambut kami dengan sangat baik,” ungkapnya.

Dalam tausiahnya, Ustadz Haeruddin menyoroti penggunaan teknologi gawai (smartphone) pada masa kini. Ia mengingatkan bahwa perangkat digital bisa menjadi jalan menuju surga maupun neraka, tergantung pemanfaatannya.

“Hati-hatilah dalam menggunakan ponsel dan media sosial. Jika digunakan untuk hal negatif, gawai bisa menyeret kita ke neraka. Sebaliknya, gunakanlah untuk kebaikan sesuai ajaran agama agar menjadi jalan ke surga,” jelas Ustadz Haeruddin.

Ia juga berpesan agar jemaah tidak menjadi ‘muslim instan’ dan senantiasa melewati proses beragama secara benar.

“Jangan jadi muslim yang instan. Mie instan saja masih butuh proses dimasak sebelum dimakan. Mari kita tetap istiqamah, terus putihkan shaf-shaf masjid, dan dukung gerakan Majelis Syuhada,” tegasnya.

Poin-poin perbaikan yang dilakukan:
* Ejaan & Tata Bahasa: Memperbaiki penulisan kata tidak baku (misal: handpond/handpon \rightarrow gawai/ponsel, syaf \rightarrow shaf, syurga \rightarrow surga).
* Struktur Kalimat: Memecah kalimat yang terlalu panjang dan berulang agar lebih nyaman dibaca (readable).
* Format Gelar: Menyerap penulisan gelar dan nama tokoh sesuai standar jurnalistik.(*)