PAREPARE, VOICESULSEL — Masyarakat Sulawesi Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, cuaca panas dan kondisi atmosfer kering yang masih berlangsung.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG dalam prospek cuaca periode 15–21 September 2026. BMKG menyebut atmosfer kering masih mendominasi sejumlah wilayah, sementara potensi angin kencang tetap perlu diwaspadai.
Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun kebakaran permukiman, terutama apabila terjadi kelalaian terhadap sumber api di tengah kondisi lingkungan yang kering.
Untuk wilayah perairan Sulawesi Selatan, BMKG mencatat angin secara umum bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–30 knot. Potensi angin dan gelombang lebih tinggi perlu diwaspadai di Perairan Pinrang, Barru, Pangkep, Makassar dan Jeneponto.
Angin Kencang Mulai Berdampak
Peringatan BMKG ini menjadi perhatian setelah laporan mengenai dampak angin kencang mulai muncul di sejumlah wilayah.
Di Parepare, kondisi angin kencang dilaporkan berdampak terhadap sejumlah atap rumah warga di kawasan Bacukiki. Namun, data mengenai jumlah bangunan yang terdampak dan nilai kerugian masih perlu dikonfirmasi kepada BPBD maupun instansi terkait.
BMKG Wilayah IV Makassar juga mengingatkan masyarakat Sulsel untuk mewaspadai kombinasi hujan lokal, angin kencang serta udara panas dan kering yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Waspada Api di Tengah Cuaca Kering
Kondisi atmosfer yang relatif kering membuat potensi kebakaran menjadi perhatian tersendiri. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, serta memastikan sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Angin kencang juga dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi di area dengan vegetasi atau material yang mudah terbakar.
Selain itu, warga diminta mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin, memangkas dahan pohon yang rawan patah dan menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika angin menguat.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan dan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kebakaran maupun terdampak angin kencang.(*)